Senin, 21 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Dukung pencegahan karhutla, PT RHM lakukan pembasahan lahan gambut di musim kemarau

Sistem pembasahan lahan gambut PT RHM dengan pompa injeksi air di Kabupaten Musi Banyuasin untuk pencegahan karhutla musim ke
PT RHM mengoperasikan sistem pompa berkapasitas tinggi untuk menjaga kelembapan lahan gambut dan mencegah kebakaran hutan saat musim kemarau di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. (Ilustrasi: AI)

Warga di sekitar konsesi PT Rimba Hutani Mas (RHM) di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, kini bisa bernapas sedikit lebih lega. Di tengah teriknya musim kemarau yang biasanya menjadi ancaman nyata bagi ekosistem lahan gambut, perusahaan ini memutar otak untuk menjaga permukaan lahan tetap basah agar tidak mudah terbakar.

Strateginya cukup teknis. Mereka memanfaatkan aliran air sungai yang dialirkan lewat sistem injeksi ke seluruh penjuru kanal.

Air tersebut bukan sekadar lewat, melainkan ditahan di dalam jaringan tata air yang sudah dirancang khusus untuk memastikan kelembapan tanah gambut tetap terjaga di level aman. Musuh utama di sini memang kekeringan.

Sekali gambut mengering, ia menjadi bahan bakar yang sangat sulit dipadamkan jika tersulut api.

Teknik Pengaturan Air di Lapangan

Expert Water Management PT RHM, Fran Niko P, menuturkan bahwa kunci dari semua ini adalah fleksibilitas. Mereka tidak membiarkan air menggenang percuma di satu titik sementara area lain mengalami kekeringan. Jika cadangan air mulai menipis di area tertentu, tim di lapangan segera memindahkan air dari lokasi yang ketersediaannya masih cukup.

“Menjaga gambut tetap lembap menjadi kunci utama mengurangi risiko kebakaran. Saat cadangan air menurun, kami memindahkan air dari lokasi yang masih memiliki ketersediaan menuju area rawan,” ujar Niko saat ditemui di lokasi operasionalnya. Ia menjelaskan bahwa pendekatan ini sangat adaptif terhadap perubahan cuaca ekstrem yang belakangan sulit diprediksi.

Perusahaan mengandalkan embung, kanal, hingga water trap sebagai tangki raksasa. Fasilitas ini berfungsi sebagai cadangan air darurat yang strategis.

Selain itu, mereka memasang sekat kanal untuk mengatur tinggi muka air gambut secara presisi, terutama di wilayah yang dipengaruhi pasang surut air laut. Sekat ini memastikan air tidak langsung terbuang ke sungai, tapi tertahan di dalam hamparan lahan agar gambut tetap kenyang air.

Andalkan Pompa Kapasitas Raksasa

Untuk menggerakkan air dari sumber ke titik-titik yang membutuhkan, RHM tidak main-main dengan infrastrukturnya. Mereka menyiapkan armada pompa yang bisa memindahkan ribuan liter air dalam satu menit.

Pilihan pompa pun tidak bisa sembarangan. Ada pompa sentrifugal yang mampu memuntahkan air hingga 18.000 liter per menit. Sementara untuk kebutuhan di medan yang lebih menantang, mereka menggunakan pompa aksial berkapasitas 12.000 liter per menit. Ada pula pompa bazoka dengan kapasitas 2.400 liter per menit yang disiapkan untuk menjangkau area spesifik yang lebih sempit.

Pemilihan jenis pompa ini disesuaikan dengan kontur medan yang ada. Jarak distribusi pun diperhitungkan dengan cermat agar efisiensi terjaga. Niko menjelaskan bahwa pengaturan air ini adalah bagian dari strategi empat pilar yang mereka terapkan: persiapan, pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat. Semuanya terintegrasi menjadi satu rangkaian sistem yang saling mengunci.

Pilar-pilar ini memastikan setiap risiko sekecil apa pun sudah terpetakan sejak dini. Mereka tidak menunggu api muncul untuk mulai bergerak. Sebaliknya, upaya pencegahan sudah dilakukan jauh hari sebelum puncak musim kemarau tiba. Bagi RHM, air adalah benteng pertahanan paling vital di kawasan gambut.

Tidak hanya sekadar menghindari bencana karhutla, langkah ini juga dipandang sebagai cara menjaga kelangsungan ekosistem. Lahan gambut yang basah berarti daya serap karbon dan keanekaragaman hayati tetap terjaga.

Harapannya, operasional perusahaan yang aman bisa berdampak pada kelestarian lingkungan jangka panjang, mengingat gambut merupakan salah satu cadangan karbon terbesar yang harus dijaga dari risiko pemanasan global.

Saat ini, tim di lapangan tetap siaga tinggi. Pemantauan terhadap tinggi muka air gambut dilakukan setiap hari untuk memastikan sistem distribusi air tetap berfungsi optimal, meski cuaca semakin panas dan curah hujan terus menurun di kawasan Musi Banyuasin.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 21 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online