JAKARTA — Asap hitam tebal membumbung dari lantai 8 Apartemen Teluk Intan, Minggu malam (20/9/2026), saat api bergerak cepat melahap panel listrik dan menjalar ke lima lantai lainnya. Dalam operasi besar-besaran, 53 penghuni berhasil dievakuasi selamat tanpa satu pun korban jiwa.
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menerima informasi awal kebakaran pukul 18.17 WIB. Tim tiba di lokasi Jalan Teluk Intan, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, pada pukul 18.29 WIB dan langsung memulai operasi pemadaman satu menit kemudian.
Operasi pemadaman dimulai pukul 18.45 WIB dengan kekuatan besar. Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa panel listrik di lantai 8 menjadi titik api pertama. “Api kemudian dengan cepat menjalar ke lantai 5, lantai 6, lantai 7, lantai 9, dan lantai 10 apartemen tersebut,” ujar Gatot.
Operasi Penyelamatan Besar
Untuk mengatasi kebakaran ini, pihaknya mengerahkan 16 unit mobil damkar dengan total 80 personel. Meskipun data awal menyebutkan 12 unit dengan 60 personel, sumber terbaru dari Gulkarmat menunjukkan peningkatan kekuatan menjadi 16 unit dengan 80 personel untuk memastikan operasi penyelamatan berjalan maksimal.
Tim penyelamat fokus pada dua misi serentak: lokalisir api agar tidak merembet lebih luas serta mengevakuasi penghuni yang terjebak di dalam kamar mereka. Pengelola apartemen sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun upaya itu belum berhasil sebelum petugas damkar tiba.
Seluruh 53 penghuni yang dievakuasi terdiri dari 21 pria, 24 perempuan dewasa, tujuh anak-anak, dan satu orang lansia. Semuanya berhasil dikeluarkan dalam keadaan selamat. Berjibaku selama hampir dua jam, petugas akhirnya memadamkan api sepenuhnya pada pukul 20.38 WIB.
Penyebab: Korsleting Listrik
Berdasarkan keterangan saksi dan investigasi awal, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada panel listrik lantai 8. Gatot memastikan bahwa saat pemadaman selesai, situasi sudah aman dan tidak ada potensi kebakaran berulang. Dugaan kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp1,5 miliar, meski luas area yang terbakar masih dalam proses pencatatan lebih detail.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya sistem kelistrikan yang terawat dan rencana evakuasi yang efektif di bangunan bertingkat. Ketanggapan warga setempat yang segera melaporkan kepulan asap tebal kepada layanan darurat juga turut memainkan peran krusial dalam penyelamatan puluhan penghuni.
Gatot mengatakan dengan tegas, “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” menutup laporannya sambil menekankan bahwa koordinasi antara pengelola bangunan, warga, dan petugas damkar telah berjalan dengan baik dalam situasi darurat yang serius.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.