BANJARMASIN — Sekitar 40 pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum di Kalimantan Selatan harus dipindahkan ke ruangan lebih aman setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan sekitar fasilitas kesehatan ini pada Rabu. Meski api belum menyentuh gedung utama, asap pekat dan ancaman perambatan membuat manajemen rumah sakit mengambil tindakan proaktif untuk melindungi pasien.
Pokok Peristiwa
Kepala Seksi Humas RSJ Sambang Lihum, Budi Harmanto, menjelaskan bahwa evakuasi ini bersifat internal — pasien dipindahkan ke ruangan Napza yang letaknya lebih jauh dari titik api. “Hampir 40 pasien dievakuasi ke lokasi yang lebih aman dan tidak dekat dengan titik api,” ujar Budi.
Pilihan memindahkan pasien ke dalam kompleks rumah sakit sendiri bukan tanpa alasan. Evakuasi keluar memerlukan persiapan jauh lebih rumit karena pasien jiwa membutuhkan tempat luas, pengawasan ketat, dan penanganan khusus selama proses pemindahan.
Dengan tetap berada di area RSJ, pasien masih mendapat pengawasan dan pelayanan optimal tanpa harus berhadapan langsung dengan risiko perjalanan jauh di tengah kondisi darurat.
Konteks
Pihak rumah sakit telah mengamankan area belakang kawasan untuk mencegah api merambat ke zona perawatan pasien. Berdasarkan update terakhir, titik api yang muncul di sekitar RSJ Sambang Lihum telah mereda, namun petugas terus melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik panas yang tersisa.
Sementara di lapangan, Polda Kalimantan Selatan memimpin upaya pemadaman di lokasi kebakaran hutan dan lahan di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menyatakan pihaknya berhasil melokalisasi kebakaran agar api tidak menjalar lebih dekat ke rumah sakit. Pantauan drone menunjukkan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar sembilan hektare.
Dampak dan Langkah Berikutnya
Untuk memperkuat operasi pemadaman di lahan gambut yang sulit ditangani, tim menggunakan cairan surfaktan Pyrox Presisi — konsentrat pemadam khusus lahan gambut yang diproduksi oleh Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel. Pemakaian bahan ini lebih efektif pada tipe tanah gambut yang cenderung membara dalam jangka waktu lama.
Budi berharap karhutla dapat teratasi sepenuhnya sehingga evakuasi ke luar kawasan tidak perlu dilakukan. Namun pihak rumah sakit tetap berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan pihak keamanan apabila kondisi lapangan memburuk dan memerlukan langkah lebih ekstensif.
“Kami siap menyiapkan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan pasien jika diperlukan,” kata Budi, seraya menekankan bahwa kesiapan tersebut merupakan bagian dari protokol keamanan untuk melindungi komunitas pasien yang rentan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.