Jumat, 25 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Tjilik Riwut Tutup Sementara

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Tjilik Riwut Tutup Sementara
Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan menyelimuti kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah

Maskapai juga menanggung kerugian operasional karena pembatalan terbang. Ketidakpastian jadwal — keputusan yang bisa berubah setiap hari sesuai kondisi asap — membuat pelanggan ragu untuk memesan tiket, sementara maskapai sudah mengalokasikan biaya operasional pesawat, kru, dan fasilitas bandara.

Sektor pariwisata Kalimantan Tengah juga terdampak. Bandara Tjilik Riwut adalah gerbang utama turis domestik dan internasional menuju daya tarik wisata alam daerah. Dengan penerbangan terganggu, kedatangan wisatawan berkurang, membuat bisnis hotel, tour operator, dan restoran lokal sepi pengunjung.

Upaya Pemadaman dan Modifikasi Cuaca

Pemerintah pusat, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, telah mengaktifkan respons darurat. Presiden meminta laporan real-time dari BNPB mengenai perkembangan karhutla di Kalimantan dan Sumatera melalui rapat terbatas yang digelar pada Rabu (23/9). Kepala BNPB Suharyanto melaporkan bahwa tim pemadaman terus bekerja setiap hari dengan intensitas tinggi.

Selain pemadaman ground, pemerintah juga mengintensifkan operasi modifikasi cuaca — penyemaian awan untuk memicu hujan — secara masif dengan rencana melanjutkan hingga musim hujan normal kembali. Strategi ini bertujuan mengurangi kekeringan lahan dan menghambat penyebaran api.

Namun tantangan tetap besar. Data BPBD Kalimantan Timur menunjukkan bahwa mayoritas kebakaran (sekitar 4.500 dari 6.333 hektare) terjadi di luar kawasan hutan resmi, melainkan di lahan perkebunan, pertanian, dan area pinggiran permukiman. Karakteristik ini membuat pemadaman lebih sulit karena api menyebar cepat di lahan yang kering dan bersinggungan langsung dengan permukiman warga.

Riwayat Musim Kebakaran Tahun Ini

Bulan Agustus sudah menunjukkan eskalasi awal dengan luasan lahan terbakar mencapai 3.300 hektare. Peningkatan ini mengingatkan pada pola musiman kebakaran yang terjadi setiap tahun di kawasan Nusantara Timur — periode kering antara Agustus hingga Oktober ketika curah hujan minimal.

Kali terakhir Kalimantan mengalami krisis asap sepapar ini, ribuan penerbangan dibatalkan, sekolah tutup karena kualitas udara berbahaya, dan ribuan warga terganggu kesehatan karena menghirup udara beracun.

Tahun ini, dengan teknologi pemantauan yang lebih baik dan respons awal lebih cepat, pemerintah berharap bisa mengurangi dampak — tapi bukti dari angka kebakaran menunjukkan upaya masih tertinggal dari kecepatan penyebaran api.

Situasi di Palangka Raya akan terus dipantau. Penumpang yang tertunda diminta untuk memeriksa status penerbangan mereka secara rutin karena jadwal bisa berubah sejalan dengan perubahan visibilitas cuaca di bandara dalam beberapa hari ke depan.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 25 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online