Jumat, 25 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Tjilik Riwut Tutup Sementara

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Tjilik Riwut Tutup Sementara
Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan menyelimuti kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah

PALANGKA RAYA — Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan menutup Bandara Tjilik Riwut pada Kamis (24/9/2026), memaksa pihak bandara menghentikan semua operasional penerbangan. Jarak pandang yang menurun drastis membuat pesawat tidak bisa mendarat maupun lepas landas dengan aman.

Tiga maskapai berbeda mengambil keputusan untuk stop penerbangan dengan waktu yang berbeda-beda. Garuda Indonesia dan Citilink mempertahankan penutupan hingga Sabtu (26/9), sementara Lion Group membatasi penghentian hanya hingga Kamis itu sendiri. Semua keputusan ini akan bergerak mengikuti perkembangan kondisi pandangan di bandara.

Ribuan penumpang terdampak akibat gangguan ini. Pemerintah Kota Palangka Raya segera menyiapkan alternatif transportasi darat untuk membawa calon penerbang ke Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sejauh ratusan kilometer, agar perjalanan mereka tetap bisa dilanjutkan.

Kebakaran Meluas di Seluruh Pulau Kalimantan

Penutupan bandara Palangka Raya adalah simbol dari krisis yang lebih besar. Kebakaran hutan dan lahan sedang merajalela di berbagai daerah Sumatera dan Kalimantan. Hingga Rabu (23/9), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan masih ada 209,78 hektare lahan dalam proses pemadaman aktif.

Di Kalimantan Timur saja, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat luasan kebakaran sepanjang September 2026 mencapai 2.505 hektare dalam waktu 21 hari pertama bulan itu. Kabupaten Paser mencatat kejadian terbanyak dengan 371 titik kebakaran, sementara Kabupaten Kutai Kartanegara mengalami kerusakan lahan paling luas yakni sekitar 2.026 hektare.

Fenomena ini menunjukkan fase kritis kebakaran musiman. Sejak Januari hingga 21 September 2026, Kalimantan Timur sudah mencatat 1.470 kejadian kebakaran dengan total 6.333 hektare lahan yang hangus. Angka ini meningkat signifikan dari periode Januari hingga Agustus, yang hanya mencapai 3.828 hektare. Artinya, hanya dalam bulan September saja, kerusakan lahan bertambah sebesar 2.505 hektare.

Asap Merugikan Ribuan Penumpang dan Ekonomi Aviasi

Dampak gangguan penerbangan ini langsung dirasakan ribuan calon penumpang yang terpaksa membatalkan atau menunda perjalanan mereka. Bagi yang tetap ingin melanjutkan, mereka harus menempuh rute darat yang jauh lebih lama — dari Palangka Raya ke Banjarmasin membutuhkan waktu tempuh berkisar 13-15 jam perjalanan darat, sementara rute udara hanya membutuhkan waktu terbang kurang dari 2 jam.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 25 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online