Senin, 28 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Hujan Deras Disertai Badai Picu Banjir Bandang, Sedikitnya 70 Tewas

Banjir bandang di India Nepal menewaskan 70 orang, terlihat daerah tergenang air dan rumah rusak
Area terdampak banjir bandang di India menunjukkan kerusakan parah akibat curah hujan ekstrem yang mencapai 66,5 milimeter dalam tiga hari. (Ilustrasi: AI)

Banjir Sungai Rahuganga bahkan merusak struktur dan menara saluran transmisi sebuah proyek pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 40 megawatt. Kerusakan tersebut dikonfirmasi Menteri Sumber Daya Air dan Energi Nepal Biraj Bhakta Shrestha.

Di sisi lain, jaringan telekomunikasi juga terganggu akibat kerusakan serat optik dan putusnya pasokan listrik di sejumlah wilayah. Menteri Komunikasi Bikram Timilsinha menjelaskan bahwa kombinasi kedua kerusakan ini menyebabkan layanan komunikasi terputus di area-area terpencil.

Sungai-Sungai Utama Melampaui Batas Bahaya

Di India, Central Water Commission mencatat 30 stasiun pemantauan sungai tersebar di tujuh negara bagian menunjukkan kondisi “situasi parah”. Sungai-sungai besar seperti Gangga, Gandak, Kosi, Bagmati, dan Narmada telah melampaui level bahaya, meningkatkan risiko banjir lebih lanjut di wilayah hilir.

Korban Hilang di Gunung Himalaya

Dalam insiden terpisah di Nepal, sepuluh pekerja lokal dilaporkan hilang setelah longsoran salju menimbun base camp Gunung Himlung Himal di Distrik Manang, Nepal utara. Gunung dengan ketinggian 7.126 meter itu menjadi lokasi tragis ketika para pekerja sedang mendirikan tenda untuk para pendaki asing. Beruntung, tidak ada pendaki asing di lokasi saat longsoran terjadi.

Sementara di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Indonesia, operasi pencarian dan pertolongan terkait banjir bandang yang terjadi pada 21 September telah dinyatakan selesai setelah kedua korban hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada 25 September.

Tim SAR gabungan menemukan korban terakhir bernama Agusra pada hari kelima operasi pencarian di belakang Kantor Bupati Solok, sedangkan korban pertama bernama Daffa ditemukan pada hari pertama.

Meski operasi SAR khusus telah ditutup, Basarnas tetap bersiaga di wilayah terdampak untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak masyarakat.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 28 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online