JAKARTA — Stasiun LRT Manggarai berubah menjadi lautan kepala pada akhir pekan pertama rute Manggarai-Kelapa Gading beroperasi. Antrean penumpang yang mengular dari peron hingga mendekati tangga membuat ruang gerak terbatas, jauh dari ekspektasi awal yang mengira hari Sabtu akan sepi.
Pantauan detikcom Sabtu (29/9/2026) pukul 15.00 WIB menunjukkan kepadatan ekstrem di peron arah Kelapa Gading. Area yang tidak terlalu luas ini kini menjadi bottleneck utama, dengan penumpang dari berbagai kelompok usia—mulai anak-anak, remaja, hingga lansia—antri menunggu giliran masuk kereta.
Rafli, 29 tahun, adalah salah satu dari ribuan penumpang yang merasakan kejutan ini. Saat ditemui detikcom, dia telah mengantri hampir satu jam. “Udah hampir sejam (antre), 40 menitan ada ini,” katanya, masih terengah. Dia datang sekadar ingin mencoba rute baru yang masih gratis, tetapi tak membayangkan antrian akan sepanjang ini di akhir pekan.
“Niatnya mau coba rute baru kan, masih gratis juga. Pas sampai (stasiun) udah panjang aja (antreannya). Kirain kalau weekend sepi,” lanjutnya dengan nada yang agak kecewa.
Penumpang lain, Bulan, mengalami pengalaman serupa meski dengan waktu tunggu lebih singkat. “Lumayan sih (antrenya) 20 menitan,” ujarnya ringan.
Respons Petugas dan Kondisi di Lapangan
Sejumlah petugas keamanan terlihat berusaha mengatasi situasi dengan menerima pertanyaan penumpang tentang informasi rute dan mendengarkan keluhan terkait waktu tunggu yang lama. Namun upaya mereka masih terasa terbatas mengingat volume penumpang yang terus berdatangan.
Pengalaman yang berbeda terlihat saat memasuki gerbong. Dua gerbong yang beroperasi sudah penuh dengan sebagian besar kursi terisi dan banyak penumpang berdiri. Meski ramai, suasana di dalam tetap tertib dengan pengumuman stasiun berikutnya terdengar jelas. Perjalanan 28 menit dari Kelapa Gading ke Manggarai menjadi kombinasi antara antusiasme dan kesabaran.
Strategi Sosialisasi Gratis dan Tarif Promosi
Kepadatan ini sebenarnya tercermin dari strategi pemerintah untuk menarik pengguna baru. LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai diresmikan Rabu (16/9/2026) langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Untuk mendorong adopsi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerapkan tarif khusus Rp 8 selama 8 hari pertama sejak peresmian—sebuah harga simbolis untuk sosialisasi layanan.
Strategi ini terbukti efektif menarik perhatian warga. Koridor sepanjang 12,2 kilometer ini menawarkan nilai nyata: memangkas perjalanan menuju Manggarai menjadi sekitar 28 menit tanpa terjebak kemacetan jalan raya.
Bagi pengguna seperti Diah Ayu, 27 tahun, asal Kelapa Gading, LRT ini berarti perjalanan kerja yang lebih efisien. “Kalau ke Manggarai, saya bisa langsung ke Manggarai dan lanjut naik transportasi lain yang udah dekat dari kantor saya,” katanya kepada Republika pada peresmian hari itu.
Infrastruktur dan Kapasitas
Jalur baru ini dilengkapi 11 stasiun: Kelapa Gading, Boulevard Utara Summarecon Mal, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai. Pada fase awal, layanan segmen Velodrome–Manggarai hanya dibuka terbatas di tiga stasiun (Rawamangun, Pramuka, Manggarai) untuk evaluasi sebelum layanan penuh diterapkan.
Investasi dalam proyek ini tidak kecil. Pembangunan dilakukan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dengan anggaran APBD DKI Jakarta mencapai sekitar Rp12,1 triliun. Setiap rangkaian LRT dapat mengangkut 270 penumpang per perjalanan, dengan target penumpang mencapai 80 ribu orang per hari saat operasional penuh.
Beberapa hambatan teknis juga tercatat di lapangan. Pada pengujian awal Liputan6.com, petunjuk arah menuju gedung LRT dari Stasiun KRL Manggarai ukurannya relatif kecil sehingga sempat membingungkan. Di Stasiun Kelapa Gading, salah satu eskalator menuju area atas terlihat tidak beroperasi—detail kecil yang mungkin perlu perhatian Pemprov DKI pada minggu-minggu berikutnya.
Momentum dan Masa Depan
Setelah periode promosi Rp 8 berakhir pada 23 September, tarif reguler akan berlaku: Rp5.000 untuk perjalanan penuh Kelapa Gading–Manggarai, sementara Velodrome–Manggarai tetap Rp 8.
Pemerintah juga telah memperluas insentif transportasi dengan memberi fasilitas gratis bagi 15 kelompok masyarakat (lansia, penyandang disabilitas, veteran, pendidik, tenaga PAUD, anggota TNI dan Polri) pada berbagai moda termasuk LRT, MRT, TransJakarta, Transjabodetabek, dan JakLingko.
Antrian panjang di Stasiun Manggarai pada akhir pekan pertama menunjukkan dua hal sekaligus: permintaan nyata dari warga dan tantangan logistik yang perlu diatasi.
Bagi Pemprov DKI, momentum ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa investasi Rp12,1 triliun dapat membawa dampak positif nyata dalam mengurangi kemacetan dan menyediakan pilihan transportasi yang lebih efisien bagi jutaan warga Jabodetabek.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.