Jumat, 2 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

The Fed Sinyal Tahan Bunga di Oktober: Peluang Naik Anjlok dari 70% Jadi 25%, Wall Street & IHSG Langsung Rebound

The Fed Sinyal Tahan Bunga di Oktober
The Fed Sinyal Tahan Bunga di Oktober: Peluang Naik Anjlok dari 70% Jadi 25%, Wall Street & IHSG Langsung Rebound. Credit: Dok. JournalArta

WASHINGTON, JOURNALARTA.COM – Federal Reserve (The Fed) tampaknya memberikan sinyal kuat untuk menahan kenaikan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 27-28 Oktober 2026. Dua pejabat berpengaruh The Fed, John Williams dan Philip Jefferson, menyatakan tidak ada urgensi untuk segera menaikkan suku bunga. Pernyataan ini sontak membuat peluang kenaikan bunga di bulan Oktober anjlok dari 70,9% menjadi sekitar 23-25%.

Sinyal dovish ini datang setelah pasar global dihantui kenaikan yield US Treasury 10 tahun yang menyentuh 5,24%, level tertinggi dalam 24 tahun terakhir, serta menguatnya indeks dolar AS (DXY) ke 102,10. Pernyataan dari figur kunci The Fed ini diharapkan membawa angin segar bagi pasar keuangan.

Sinyal ‘Tidak Buru-buru’ dari Pejabat The Fed

John Williams, Presiden Federal Reserve New York dan Wakil Ketua FOMC, dalam pidatonya di University at Buffalo pada Selasa, 30 September 2026, menegaskan bahwa tidak ada kebutuhan mendesak untuk menaikkan suku bunga saat ini. “Dengan tindakan kebijakan yang kami ambil pada pertemuan September, tidak ada kebutuhan mendesak, dan kami punya waktu untuk mengumpulkan lebih banyak informasi,” ujarnya.

Williams menambahkan, jika perekonomian berkembang sesuai perkiraannya, satu penyesuaian kenaikan lagi mungkin tepat di akhir tahun ini untuk mendukung kembalinya inflasi ke target lebih tepat waktu. Hal ini mengindikasikan kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi, namun kemungkinan besar bukan di bulan Oktober, melainkan Desember. Williams memproyeksikan inflasi akan mencapai 3,5% pada akhir 2026, lalu turun sedikit di atas 2% pada 2027, dan kembali ke target 2% pada 2028.

Senada dengan Williams, Wakil Ketua The Fed, Philip Jefferson, pada Kamis malam, 1 Oktober 2026, menyatakan bahwa ia dan rekan-rekannya memerlukan waktu lebih untuk menilai kondisi ekonomi. “Rekan-rekan saya dan saya perlu membuat penilaian kami sendiri, yang mungkin memerlukan lebih banyak waktu,” kata Jefferson. Ia mencatat bahwa kenaikan yield obligasi di semua tenor sejak September adalah tanda investor sedang menilai ulang prospek ekonomi. Pernyataan keduanya diperkuat oleh Michelle Bowman, Wakil Ketua Pengawas The Fed, yang juga menyatakan tidak melihat kebutuhan mendesak untuk tindakan lebih lanjut.

Peluang Kenaikan Bunga Anjlok Drastis

Halaman:123Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair