Kamis, 8 Oktober 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Flávio Bolsonaro Janjikan Tinjau Ulang Pajak Era Lula

Pajak era Lula dibahas dalam dokumen kampanye pemilu Brasil
Pajak dan penanganan utang menjadi bagian dari agenda kampanye pemilu Brasil. (Ilustrasi: AI)

Pemerintah Lula memberlakukan pajak ekspor minyak untuk membantu membiayai keringanan pajak bahan bakar bagi warga Brasil, menyusul lonjakan harga minyak dunia yang dikaitkan dengan konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Daftar tinjauan yang disampaikan Marques mencakup kenaikan Pajak Transaksi Keuangan atau IOF atas kredit perusahaan, transaksi valuta asing, dan sejumlah investasi dana pensiun swasta. Belum ada rincian jadwal perubahan atau penjelasan tentang bagaimana penerimaan negara akan diganti jika pungutan itu dibatalkan.

Utang rumah tangga jadi rebutan janji

Taruhan pemilu tak berhenti pada pajak. Bolsonaro mengatakan pemerintahannya akan membeli utang konsumen yang terlilit pinjaman, lalu merestrukturisasinya melalui Caixa Econômica Federal, bank milik negara. Ia juga menjanjikan akses ke jalur kredit baru untuk membantu pembiayaan usaha kecil.

Lula mengajukan janji serupa untuk membeli utang. Pemerintahannya berencana mengadakan lelang pada November, dengan anggaran 15 miliar reais untuk membeli hingga 150 miliar reais pinjaman rumah tangga bermasalah, dengan potongan setidaknya 90 persen.

Program pemerintah diperkirakan mencakup sekitar separuh dari stok utang yang dinilai memenuhi syarat. Rumah tangga yang masuk program dapat melunasi kewajiban tertunggak berdasarkan nilai setelah diskon, sementara manfaat pengurangan utang diteruskan kepada peminjam.

Dampaknya langsung terasa bagi keluarga yang kesulitan memenuhi cicilan, tetapi rancangan dananya serta pihak yang berhak mengikuti program akan menentukan seberapa luas bantuan itu menjangkau warga. Bagi dunia usaha, perubahan pajak kredit dan transaksi juga dapat memengaruhi biaya pembiayaan.

Reuters melaporkan Bolsonaro mengungguli ekspektasi dan finis di depan Lula pada putaran pertama. Namun, pemilih yang belum menentukan pilihan menjadi sasaran penting kedua kubu.

Associated Press, dalam laporan ABC News, menyebut kedua kandidat berupaya menarik pemilih bimbang menjelang pemungutan suara 25 Oktober; laporan itu juga mencatat lebih dari 33 juta pemilih tidak datang ke tempat pemungutan suara pada putaran pertama.

Dengan dua kandidat menawarkan arah pajak dan penanganan utang yang berbeda, perhatian berikutnya tertuju pada rincian program mereka menjelang putaran kedua. Pemilih akan menilai bukan hanya janji pemangkasan pungutan, tetapi juga bagaimana pemerintah mendanai perubahan dan menjalankan restrukturisasi utang.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda