Delapan komoditas dan target berikutnya
Dalam pernyataan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan kemandirian pangan menjadi fondasi kemajuan bangsa. Ia juga menghubungkan kedaulatan pangan dengan kesejahteraan petani dan produsen.
“Tidak ada negara yang maju tanpa swasembada. Oleh karena itu, Pak Prabowo mengatakan swasembada itu kehormatan,” kata Zulkifli di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Zulkifli menyampaikan pandangannya saat meluncurkan buku Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul, yang ditulis bersama Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan. Buku itu mengangkat isu pangan melalui pembahasan kebijakan dan kedaulatan bangsa dengan bahasa yang ditujukan kepada masyarakat luas.
“Makan itu tidak sekadar nasi dan lauk di piring. Kita harus mulai memahami betapa pentingnya soal makan, karena ini menyangkut kedaulatan, peradaban, dan masa depan kita,” jelas Zulkifli.
Pada Agustus 2026, Prabowo mengumumkan Indonesia telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas utama: beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Pengumuman itu menjadi ukuran capaian yang disampaikan pemerintah, sementara target berikutnya mencakup komoditas yang masih perlu dikejar.
Pemerintah menargetkan swasembada bawang putih rampung dalam tiga tahun. Untuk daging sapi dan kerbau, targetnya berada dalam kurun lima hingga enam tahun. Tahap berikutnya akan menguji apakah target tersebut dapat dicapai sambil menjaga pasokan pangan dan energi yang menjadi perhatian Hashim.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.