Kamis, 8 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Siap-Siap, BBM Campur Etanol 20% di 2027

Siap-Siap, BBM Campur Etanol 20% di 2027
Siap-Siap, BBM Campur Etanol 20% di 2027

Dalam laporan itu, penambahan lahan juga dikaitkan dengan upaya menjaga agar pemanfaatan bahan baku untuk energi tidak mengganggu ketersediaan gula nasional. Zulkifli menyebut target E20 pada 2028, sedangkan Bahlil menyatakan rentang penerapan mandatori 2027-2028.

Perbedaan penyebutan waktu itu menunjukkan target yang disampaikan kedua pejabat tidak sepenuhnya sama; keduanya menempatkan E20 sebagai tahap awal sebelum campuran lebih tinggi.

Bahlil mengakui gagasan pemanfaatan etanol pernah menuai kritik. Ia mengatakan pernah mengusulkan E20 dan E10 sebelum rencana mandatori disampaikan. Dalam paparannya, ia merujuk pada Brasil dan Amerika Serikat sebagai negara yang telah menggunakan campuran etanol lebih tinggi di sejumlah wilayah, serta menyebut China dan India menerapkan campuran 20%.

“Saya pernah melontarkan E20, E10, pernah diolok-olok waktu itu oleh beberapa pakar dan beberapa teman-teman. Saya katakan kenapa harus kita malu untuk belajar pada Brazil dan Amerika?” kata Bahlil.

Pernyataan itu menjadi alasan yang ia gunakan untuk mendorong adopsi bioetanol, tetapi pelaksanaan di Indonesia tetap berkaitan dengan kemampuan menyediakan bahan baku dan mengembangkan pengolahan. Bahlil menyatakan pemanfaatan hasil pertanian lokal dapat mendorong kegiatan ekonomi di daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

Danantara melihat peluang investasi pengolahan bioetanol

Pengembangan industri pengolahan juga masuk dalam pembahasan investasi Danantara. Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengatakan pembangunan pabrik pengolahan bioetanol menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan untuk mendukung ketahanan energi.

Dalam keterangan yang dikutip pada Sabtu (3/10/2026), Dony mengaitkan rencana tersebut dengan upaya mengurangi impor bahan bakar. Ia menyebut penerapan campuran untuk bensin dapat dimulai dari E20 sebelum bergerak ke tingkat yang lebih tinggi.

“Bahan baku etanol ini terutama berasal dari molase atau tebu. Karena itu, ke depannya pemerintah akan menggencarkan proses penanaman tebu yang kita harapkan menjadi bagian dari transisi energi nasional,” ujar Dony.

Bahlil juga menyebut pemerintah akan meneruskan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi, mengoptimalkan sumur yang telah ada, serta mempertahankan program B50. Pemerintah dengan demikian menyiapkan beberapa jalur pasokan energi sekaligus, sementara rencana E20 dan E50 masih harus ditopang produksi bahan baku serta fasilitas pengolahan.

Untuk tahap berikutnya, perhatian akan tertuju pada kesiapan penanaman tebu dan pengembangan pabrik bioetanol. Keduanya menjadi bagian penting dari upaya pemerintah membawa target campuran bensin itu menuju penerapan.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair