Pengawasan pasokan menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan karena dampak banjir tidak berhenti pada kerusakan infrastruktur. Jika jalur distribusi terganggu, warga dapat menghadapi kesulitan memperoleh barang pokok, termasuk gas dan bahan bakar. Pemerintah daerah menyatakan ingin membahas antisipasi itu sebelum kondisi darurat terjadi.
“Kita juga akan segera memanggil distributor makanan, Pertamina dan pemilik SPBU sehingga nanti tidak ada penimbunan ataupun permainan harga barang termasuk gas dan lain-lain, makanya kita antisipasi dari awal,” ujar Tarmizi.
Pemkab menyebut apel siaga telah digelar di seluruh 12 kecamatan. Kegiatan di tingkat kecamatan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Muspika, tokoh masyarakat, keuchik, ketua pemuda, serta Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).
Apel siaga akbar kabupaten pada Kamis itu dipimpin Komandan Korem 012/Teuku Umar Kolonel Infanteri Windarto. Bupati Tarmizi, Wakil Bupati Said Fadheil, jajaran Forkopimda, dan kepala satuan kerja perangkat kabupaten turut hadir di Lapangan Bola Kaki Teuku Umar.
Windarto menyatakan TNI siap mendukung langkah mitigasi Pemkab Aceh Barat menghadapi potensi bencana akibat peningkatan intensitas hujan dalam beberapa bulan mendatang. Dukungan aparat itu menjadi bagian dari koordinasi yang disiapkan pemerintah daerah bersama unsur setempat.
Dengan prediksi hujan tinggi yang disebut berlangsung hingga awal 2027, pemerintah daerah menempatkan kesiapan warga dan antisipasi pasokan sebagai perhatian bersamaan. Tarmizi mengatakan, “makanya kita antisipasi dari awal.”

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.