JAKARTA — IHSG berpeluang naik pada perdagangan Senin (12/10), tetapi prospek itu datang bersama peringatan risiko pelemahan lanjutan. Bagi investor, perbedaan pandangan dua analis berarti level teknikal dan pilihan saham perlu dicermati sebelum mengambil keputusan.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai indeks masih berpeluang menguat setelah rebound dari level support terdekat. Namun, analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova melihat kemungkinan IHSG menguji area support yang lebih rendah setelah indeks menembus ke bawah 6.019 pada Jumat sebelumnya.
IHSG berpeluang naik, tetapi level 6.179 jadi perhatian
Nafan mengatakan sinyal teknikal IHSG masih didominasi kecenderungan bullish. Indikator Stochastics KD dan RSI juga masih memberikan sinyal positif, meski volume perdagangan mulai menurun.
“Indikator Stochastics KD dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, meskipun volume perdagangan mulai menurun,” kata Nafan dalam keterangannya, dikutip pada Senin (12/10).
Mirae Asset Sekuritas menempatkan support IHSG di 5.973 dan 5.851. Sementara itu, level resistance berada di 6.180 dan 6.267. Support merujuk pada area harga yang dipandang berpotensi menahan penurunan, sedangkan resistance dapat menjadi area yang menahan kenaikan.
Ivan memberi pembacaan yang lebih berhati-hati. Menurut dia, penembusan ke bawah 6.019 membuka kemungkinan indeks melanjutkan tren turun, setidaknya menuju 5.942 atau menguji support Fibonacci di 5.850.
Syarat pembatalannya jelas. Ivan menilai skenario penurunan itu berpeluang terjadi kecuali IHSG naik di atas 6.179. Ia mencatat support berikutnya di 5.942, 5.850, 5.768 dan 5.607, dengan resistance di 6.261, 6.423 dan 6.552. Indikator MACD, menurut Ivan, berada dalam kondisi netral.
Minyak dan rupiah ikut menopang sentimen pasar
Nafan melihat sentimen dalam negeri serta meredanya tekanan negatif global sebagai penopang perdagangan. Investor global mencermati pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Amerika Serikat tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu mulai 3 November 2026.
Dalam bahan yang disampaikan Nafan, harga minyak mentah Brent tercatat turun 0,29% menjadi US$ 104,42 per barel. Harga energi yang melandai berpotensi mengurangi tekanan inflasi, sekaligus memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih akomodatif pada 28 Oktober 2026. Probabilitas suku bunga tetap disebut sebesar 82,3%.
Rupiah juga menjadi bagian dari gambaran pasar. Nafan menyebut mata uang Indonesia terapresiasi 0,09% ke level Rp 17.899 per dolar AS. Kondisi itu, menurutnya, memberi ruang stabilitas bagi perbankan jumbo dan industri berbasis impor.
Dampaknya terasa pada cara investor membaca risiko saham. Jika minyak terus melandai dan saham global menguat, tekanan dari faktor eksternal berpotensi berkurang. Namun, sinyal volume perdagangan yang menurun dan peringatan teknikal Ivan menunjukkan bahwa peluang penguatan belum menghapus risiko koreksi.
Saham pilihan analis berbeda, investor perlu cermat
Nafan merekomendasikan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dengan target harga 4.570, 4.640 dan 6.500. Ia juga menjagokan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dengan target 186, 192 dan 248, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dengan target 1.730, 1.790 dan 1.880.
Ivan memilih saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP). Bahan sumber tidak mencantumkan target harga untuk saham-saham yang direkomendasikan Ivan.
Pilihan saham yang berbeda memperlihatkan bahwa rekomendasi analis mengikuti pembacaan masing-masing terhadap pergerakan pasar. Investor dapat mencermati level indeks dan alasan di balik rekomendasi, bukan hanya nama saham yang disebut. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor; informasi ini bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu.
Perdagangan awal pekan akan menjadi ujian bagi skenario tersebut: perhatian tertuju pada apakah IHSG mampu kembali melewati 6.179 atau justru bergerak menguji area support yang dipetakan Ivan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.