Proyeksi IHSG dan saham pilihan sekuritas
Rupiah yang cenderung stabil juga menjadi salah satu penopang yang dicermati. Nafan menyebut mata uang itu terapresiasi 0,09 persen ke level Rp 17.899 per dolar AS. Menurut dia, kestabilan rupiah dapat memberi ruang bagi sektor perbankan berkapitalisasi besar dan industri berbasis impor.
Nafan juga menyoroti rencana Danantara memanfaatkan peluang investasi ketika pasar mengalami tekanan. Danantara menyatakan terbuka masuk ke pasar saham apabila valuasi dinilai menarik, dengan rencana tambahan investasi sekitar USD 1 miliar hingga akhir 2026, bergantung pada kondisi pasar.
“Bagi pasar saham Indonesia, kondisi ini berpotensi memberikan sentimen eksternal yang relatif positif apabila harga minyak terus melandai dan saham global terus menguat,” ujar Nafan. Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan AMMN, BUMI, dan TPIA untuk perdagangan Senin.
Proyeksi MNC Sekuritas menyertakan risiko yang lebih tegas. Perusahaan itu menilai IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area 6.227-6.231, tetapi koreksi ke 5.850-5.911 perlu diwaspadai jika indeks menembus 5.973.
“IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave c, sehingga masih berpeluang menguat untuk menguji area gap di 6.227-6.231. Namun demikian, waspadai akan adanya potensi koreksi ke ke area 5.850-5.911 bila break 5.973,” tulis MNC Sekuritas dalam keterangannya, Senin (12/10).
MNC Sekuritas merekomendasikan BRPT, BUMI, MDKA, dan ITMG. Perbedaan rentang proyeksi dari kedua sekuritas membuat level pergerakan dan risiko koreksi sama-sama perlu dicermati, bukan hanya arah penguatan.
Informasi ini bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi pertimbangan pembaca; perkembangan harga minyak, rupiah, dan posisi IHSG pada level 5.973 akan menjadi hal yang dicermati dalam perdagangan berikutnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.