Sabtu, 17 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Kemenperin: Hilirisasi Industri Agro Berpotensi Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen pada 2028

Hilirisasi industri agro mengolah hasil pertanian di pabrik Indonesia
Pengolahan komoditas pertanian menjadi produk bernilai tambah menjadi salah satu fokus hilirisasi industri agro. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Hilirisasi industri agro dinilai berpotensi membantu Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2028. Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Yulia Astuti, menyebut peningkatan nilai tambah komoditas pertanian dan perkebunan dapat mendorong transformasi ekonomi sekaligus memperluas pekerjaan di dalam negeri.

Pernyataan itu disampaikan Yulia dalam keterangan tertulis pada Jumat (16/10/2026). Strategi yang didorong Kemenperin mencakup pengolahan komoditas mentah menjadi produk bernilai tambah, penguatan investasi, dan perluasan penyerapan tenaga kerja dari sektor hulu hingga manufaktur hilir.

Taruhannya bukan hanya nilai jual produk. Pengolahan di dalam negeri dapat memperkuat daya saing industri agro, sementara ketersediaan pasokan bahan baku tetap menjadi pekerjaan penting agar kapasitas hilir bisa berjalan.

Hilirisasi industri agro bertumpu pada investasi dan bahan baku

Indonesia memiliki basis pertanian dan perkebunan yang dapat menjadi modal bagi pengembangan industri agro. Namun, komoditas yang melimpah tidak otomatis menghasilkan nilai tambah lebih besar jika pengolahannya terbatas. Kemenperin menempatkan investasi dan fasilitas pendukung sebagai bagian dari upaya mendorong proses pengolahan tersebut.

Yulia mengatakan kebijakan investasi perlu terus dievaluasi agar mendukung kebutuhan industri. Pemerintah, menurut keterangan yang disampaikan, berupaya menyediakan fasilitasi penanaman modal dan membuka ruang penyempurnaan kebijakan. Harapannya, investasi tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi ikut memperkuat hubungan antara pasokan komoditas dan kegiatan manufaktur.

“Peluang investasi hilirisasi untuk pertumbuhan ekonomi itu tentunya akan mendorong terjadinya transformasi ekonomi kita,” ujar Yulia dalam keterangan tertulis.

Dampak yang diharapkan menyentuh pekerja dan pelaku usaha di sepanjang rantai produksi. Pengolahan di dalam negeri dapat memperluas kebutuhan tenaga kerja mulai dari kegiatan hulu hingga pabrik pengolahan. Bagi industri, kepastian pasokan dan dukungan investasi ikut menentukan apakah bahan mentah bisa diproses menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi di pasar.

Ekspor agro menunjukkan peluang sekaligus tekanan

Data Kementerian Perdagangan yang dikutip dalam bahan sumber menunjukkan nilai ekspor nasional pada April 2026 mencapai US$25,30 miliar. Angka itu tumbuh 12,32 persen secara bulanan dan naik 21,98 persen secara tahunan.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair