SAKTI menyatukan berbagai aplikasi yang sebelumnya digunakan secara terpisah. Sistem ini menghubungkan informasi sejak tahap perencanaan sampai pertanggungjawaban akhir. Dengan begitu, proses keuangan di tingkat instansi dapat berjalan dalam satu ekosistem, sementara SPAN mendukung pengelolaan dan penyajian informasi pada lingkup perbendaharaan.
Peran keduanya saling melengkapi. Integrasi data dari satuan kerja ke sistem perbendaharaan membantu mengurangi pekerjaan berulang dan memberi jejak proses yang lebih jelas. Bagi petugas, perubahan ini berarti prosedur keuangan tidak lagi bergantung pada perpindahan informasi di antara banyak aplikasi yang berdiri sendiri.
Perubahan besar. Namun, integrasi sistem juga menuntut pengguna mengikuti tata kerja yang konsisten agar data yang masuk tetap akurat. Bahan DJPb menekankan otomasi validasi serta penyederhanaan proses, tetapi tidak memuat rincian tentang kendala penerapan atau ukuran penghematan waktu dan biaya.
Jejak transaksi dan kontrol dana lebih terpantau
Salah satu manfaat yang disorot DJPb adalah penguatan audit trail, yakni rekam jejak operasional yang tercatat secara transparan. Catatan yang terhubung dapat membantu proses penelusuran ketika instansi perlu memeriksa tahapan transaksi atau memastikan pertanggungjawaban belanja. Ini penting karena pengawasan keuangan publik memerlukan jejak yang bisa ditelusuri, bukan hanya laporan akhir.
SAKTI juga disebut memberi kontrol atas ketersediaan dana secara presisi untuk memitigasi risiko pelaksanaan anggaran. Bagi satuan kerja, pemantauan tersebut membantu melihat ruang anggaran sebelum menjalankan belanja. Bagi pengelola perbendaharaan, data yang tersambung mendukung pengawasan agar pelaksanaan tetap mengacu pada informasi anggaran yang tercatat.
Manfaatnya terasa pada akuntabilitas layanan APBN. Ketika pencatatan, validasi, dan pelaporan memakai ekosistem yang terintegrasi, instansi memiliki dasar yang lebih jelas untuk menelusuri penggunaan dana. Namun, nilai sistem tetap bergantung pada ketepatan data dan kedisiplinan pengguna dalam menjalankan prosedur; teknologi menyediakan alat, bukan pengganti tanggung jawab pengelolaan.
Transformasi tersebut berlangsung saat konektivitas digital mengubah cara masyarakat dan sektor swasta bertransaksi. Bahan DJPb mengaitkan inisiatif pada 2019 dengan perkembangan startup serta pergeseran menuju transaksi nontunai. Pemerintah merespons perubahan itu dengan membenahi proses internal, bukan hanya menghadirkan layanan digital di sisi luar.
Dalam bahan yang diterbitkan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tobelo, DJPb menyatakan integrasi SPAN dan SAKTI menunjukkan pemanfaatan teknologi untuk mewujudkan pelayanan APBN yang akuntabel dan modern. Rangkaian sistem itu kini menghubungkan pengelolaan anggaran dari perencanaan sampai pertanggungjawaban, dengan rekam proses yang dapat ditelusuri.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.