Senin, 26 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Drone Ukraina Dapat Membaca Siaran Video Rusia dan Mendeteksi Suara

Drone Ukraina Dapat Membaca Siaran Video Rusia dan Mendeteksi Suara
Drone Ukraina Dapat Membaca Siaran Video Rusia dan Mendeteksi Suara Foto: TechRadar

JAKARTA — Drone Ukraina kini bisa membantu pasukan melihat siaran kamera drone Rusia yang terdeteksi, bukan sekadar memberi peringatan bahwa pesawat tak berawak musuh mendekat. Perangkat D·Vision SDR menangkap tautan video dan menampilkan gambar yang direkam secara langsung; perangkat drone serat optik lain yang dikembangkan di Ukraina memakai mikrofon untuk mendengar suara tentara dan kendaraan.

Perangkat D·Vision SDR dibuat CODE380, perusahaan peralatan komunikasi yang berbasis di Kyiv. Media teknologi Ukraina DOU pertama kali melaporkannya, lalu UNITED24 Media mengulas perangkat itu dua hari kemudian. Informasi tentang drone bermikrofon berasal dari laporan UNITED24 Media mengenai Ptashka Drones.

Drone Ukraina mengubah sinyal menjadi gambar

Detektor yang lazim dipakai di garis depan umumnya menggunakan penerima analog yang disetel ke frekuensi tertentu untuk menangkap sinyal video dan kendali drone. D·Vision SDR menggunakan radio yang dapat diprogram melalui perangkat lunak, atau software-defined radio (SDR), untuk memproses bagian spektrum radio secara digital.

Perbedaan itu membuat perangkat bisa mencari sinyal drone sekaligus mengolah tautan videonya. Operator dapat melihat apa yang sedang direkam kamera drone, bukan hanya mengetahui adanya sinyal di sekitar mereka. Menurut DOU, alat tersebut menyapu frekuensi dari 500 hingga 8.700 MHz.

Pengembang mengatakan perangkat mencakup seluruh rentang itu tanpa titik buta dan memiliki sensitivitas lebih tinggi dibanding detektor pesaing. Klaim tersebut berasal dari pihak pengembang yang dikutip DOU.

Manfaat SDR terutama terletak pada kemudahan penyesuaian. Ketika drone mengubah frekuensi, pengembang dapat memperbarui perangkat lunak alih-alih merancang ulang penerima. Pendekatan itu juga memungkinkan pemrosesan sinyal diubah melalui kode saat pola ancaman bergeser.

Riset yang dimuat jurnal Sensors pada 2022 membahas deteksi frekuensi radio berbasis SDR sebagai pendekatan yang mudah disesuaikan untuk mendeteksi drone kecil. Alasannya, pemrosesan sinyal dapat ditulis ulang mengikuti perubahan ancaman.

Gambar dari kamera lawan memberi waktu untuk bertindak

Kemampuan melihat siaran kamera punya dampak langsung di lapangan. Pasukan dapat mengetahui apa yang sedang diamati operator drone lawan, menilai apakah mereka menjadi sasaran, lalu memilih untuk berlindung, berpindah, menggunakan pengacak sinyal, atau tetap diam.

Keputusan itu bergantung pada situasi dan tidak otomatis menjamin keselamatan. Namun, informasi visual bisa membantu pasukan memahami ancaman sebelum drone menyerang. DOU melaporkan D·Vision SDR telah menjalani pengujian lapangan bersama personel militer Ukraina dalam misi tempur, dan masukan dari uji tersebut dipakai untuk memperbaiki desain.

CODE380 mengirim pembaruan perangkat lunak kira-kira dua kali sebulan. Menurut laporan yang sama, pola kendali, frekuensi, dan telemetri drone di Ukraina dapat berubah hampir setiap pekan. Perangkat yang sulit diperbarui berisiko tertinggal ketika karakteristik sinyal lawan berubah.

Perusahaan itu baru berdiri sekitar tiga bulan sebelum laporan UNITED24 Media, tetapi pengerjaan detektor telah dimulai kira-kira satu setengah tahun sebelumnya. Jadi, usia perusahaan tidak menggambarkan lamanya pengembangan alat tersebut.

D·Vision SDR bukan satu-satunya perangkat Ukraina yang berupaya menangkap siaran drone lawan. Sistem Vydun 7.5 milik Babai juga disebut dapat mengakses siaran video drone Rusia dan melacak pesawat tanpa awak dari jarak beberapa kilometer.

Mikrofon membuat drone serat optik bisa mengintai

Ptashka Drones mengembangkan pendekatan berbeda dengan memasang mikrofon pada drone FPV serat optik. Menurut angka dari produsennya yang dilaporkan UNITED24 Media, mikrofon dapat menangkap percakapan keras pada jarak 20 hingga 30 meter, kendaraan ringan pada jarak 50 hingga 100 meter, serta kendaraan berat hingga 200 meter.

Drone yang menunggu dalam posisi tersembunyi dapat memakai suara untuk mengenali keberadaan orang atau kendaraan tanpa harus bergerak atau menyapu area dengan kamera. Awak lalu dapat menilai apakah sasaran mendekat. Mikrofon juga berfungsi sebagai peringatan dini apabila drone serang Rusia terdengar mendekat, sehingga operator dapat mencari tempat persembunyian lain.

Awak Ukraina menyebut drone yang menunggu di dekat jalur yang diperkirakan akan dilewati pasukan Rusia sebagai “zhdun”, yang berarti drone penunggu. Saat mengumumkan penambahan mikrofon, Ptashka Drones menulis di kanal Telegram: “penting bukan hanya melihat dengan baik, tetapi juga mendengar.”

Kedua teknologi itu mengandalkan kemampuan beradaptasi, bukan perangkat keras yang tidak berubah. Namun, sinyal radio dan taktik drone Rusia juga terus bergeser. Karena itu, keunggulan detektor akan bergantung pada seberapa cepat pengembang dapat mengubah perangkat lunaknya, sementara efektivitas mikrofon bergantung pada situasi dan suara yang tertangkap di lapangan.

Uji lapangan dan pembaruan berikutnya akan menunjukkan apakah perangkat tersebut tetap mampu mengikuti perubahan ancaman. Untuk D·Vision SDR, pengembang kini memperbarui perangkat lunak kira-kira dua kali sebulan.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 26 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis