Senin, 26 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Sekilas tentang Yiwu GDC, Supermarket dan Toko Grosir Terbesar Dunia

Sekilas tentang Yiwu GDC, Supermarket dan Toko Grosir Terbesar Dunia
Sekilas tentang Yiwu GDC, Supermarket dan Toko Grosir Terbesar Dunia. (Ilustrasi: AI)

YIWU — Bagi pedagang Indonesia, mencari pemasok di Yiwu kini bisa dilakukan lewat satu kompleks yang menggabungkan pasar fisik dan layanan digital. Yiwu Global Digital Trade Centre (GDC) di Zhejiang, China, resmi dibuka pemerintah Yiwu pada 14 Oktober 2025 untuk memudahkan importir mencari barang dan bertransaksi tanpa harus terus-menerus datang langsung.

Kompleks ini memiliki luas sekitar 1,25 juta meter persegi atau setara dengan 125 hektare. GDC dirancang sebagai pusat perdagangan terpadu: pembeli dapat mendatangi kios, memeriksa informasi produk lewat ponsel, lalu memesan kembali secara digital setelah pulang ke Indonesia.

Gambaran dan angka dalam artikel ini bersumber dari tulisan KH Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum MUI sekaligus Ketua PP Muhammadiyah. Tulisan sumber memuat pengalaman serta uraian mengenai cara kerja pusat perdagangan tersebut.

Yiwu GDC menggabungkan pasar dan layanan digital

GDC dikenal sebagai Pasar Generasi Keenam Yiwu atau distrik 6. Konsepnya menghubungkan perdagangan tatap muka dengan perangkat digital untuk membantu pembeli mencari pemasok, membandingkan produk, bernegosiasi, dan membangun transaksi lintas negara.

Kompleks itu terdiri atas lima zona utama dalam satu kawasan: pasar, gedung perkantoran, blok komersial, apartemen, dan pusat perdagangan digital atau Digital Trade Hub. Zona pasar menempati 410.000 meter persegi dengan lebih dari 3.700 hingga 5.000 kios pedagang inovatif, menurut bahan sumber.

Area pasar juga berfungsi sebagai ruang belanja, hiburan, dan retail. Sementara itu, gedung perkantoran menampung perusahaan logistik, agensi pengadaan atau sourcing agent, serta pelaku e-commerce. Apartemen di dalam kompleks disiapkan sebagai hunian terintegrasi bagi pebisnis lokal dan pembeli internasional.

Pembangunan pusat perdagangan ini menelan biaya sekitar 8,3 miliar yuan. Skala dan susunannya menggambarkan upaya menghubungkan pemasok, layanan pendukung, dan pembeli dalam satu lokasi, bukan sekadar menghadirkan deretan toko grosir.

Informasi kios bisa diakses lewat ponsel

Menurut uraian KH Anwar Abbas, pembeli dapat memindai kode QR di kios untuk melihat informasi seperti harga grosir, stok real-time, video pabrik, dan MOQ atau jumlah minimum pemesanan. Dengan begitu, pencarian barang tidak hanya bergantung pada percakapan langsung dengan pedagang.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair