SOLOK — Pemkab Solok mulai memasukkan edukasi bahaya narkoba ke pembelajaran sekolah melalui Kurikulum Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN), yang diluncurkan Bupati Solok Jon Firman Pandu di SMP Negeri 2 Gunung Talang, Cupak, Selasa (27/10). Program ini dirancang agar pelajar mengenali risiko penyalahgunaan narkoba dan mampu menolak ajakan mencoba zat terlarang.
Penerapan kurikulum membuat edukasi pencegahan tidak hanya bergantung pada sosialisasi sesaat. Sekolah diharapkan ikut membangun pemahaman dan kebiasaan yang melindungi siswa, dengan dukungan guru, keluarga, pemerintah daerah, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Jon mengatakan penyalahgunaan narkoba dapat mengancam kesehatan, keberlangsungan pendidikan, serta kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, pemahaman sejak dini dinilai penting agar pelajar mampu mengenali situasi berisiko dan menjauhi pergaulan yang dapat mendorong penyalahgunaan.
Kurikulum IKAN mengandalkan peran guru dan keluarga
Dalam pelaksanaannya, guru memegang peran penting untuk menyampaikan materi sekaligus membentuk lingkungan belajar yang mendukung perilaku sehat dan bebas narkoba. Pesan pencegahan diharapkan masuk ke dalam proses pembelajaran, bukan berhenti pada kegiatan seremonial.
Perubahan pendekatan ini punya dampak langsung bagi siswa: mereka mendapat ruang untuk memahami risiko narkoba sebagai bagian dari pendidikan sehari-hari. Pemahaman itu juga dapat membantu pelajar mengambil keputusan ketika menghadapi ajakan mencoba, serta mendorong mereka mencari dukungan dari orang dewasa di lingkungan sekolah.
Keluarga ikut menentukan kuat atau tidaknya perlindungan tersebut. Pemerintah daerah menilai komunikasi orang tua dengan anak dan perhatian terhadap pergaulan dapat memperkuat pencegahan di luar sekolah. Pendidikan di kelas akan lebih bermakna bila pesan yang sama hadir di rumah.
Pengukuhan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Solok Nia Jon Firman Pandu sebagai Bunda Anti Narkoba Kabupaten Solok menjadi bagian dari upaya melibatkan keluarga dan masyarakat. Peran itu diharapkan memperluas edukasi serta kepedulian terhadap bahaya narkoba di lingkungan keluarga.
Kolaborasi diperlukan agar pesan pencegahan menjangkau pelajar
Peluncuran di SMP Negeri 2 Gunung Talang dihadiri Kepala BNN Kabupaten Solok M Febrian Jufril, kepala organisasi perangkat daerah, kepala SMP se-Kabupaten Solok, guru, serta undangan lainnya. Kehadiran unsur pemerintah, BNN, sekolah, dan Tim Penggerak PKK mencerminkan kebutuhan kerja bersama untuk menjangkau siswa sekaligus lingkungan tempat mereka tumbuh.
Upaya edukasi di sekolah juga sejalan dengan pentingnya membangun pergaulan yang mendukung pilihan sehat.
Dalam liputan terpisah mengenai edukasi narkoba bagi pelajar di Manokwari, ANTARA Papua Barat menyoroti dorongan agar siswa berani menolak ajakan menggunakan narkoba dan memilih kegiatan positif.
Sudut tersebut memperkuat pesan bahwa pembekalan informasi perlu diikuti dukungan lingkungan, bukan dibebankan kepada siswa sendiri.
Namun, peluncuran program baru menjadi langkah awal. Penerapan yang konsisten akan menentukan apakah materi benar-benar dipahami dan diterapkan siswa. Guru dan orang tua perlu menjaga kesinambungan pesan, sementara keterlibatan BNN serta masyarakat dapat membantu memperkuat upaya pencegahan.
Pemkab Solok menempatkan pendidikan sejak usia sekolah sebagai bagian dari perlindungan generasi muda. Tahap berikutnya adalah menjalankan Kurikulum IKAN secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan, dengan dukungan tenaga pendidik dan keluarga.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.