Hujan diprediksi mulai berlangsung pada Desember hingga Februari 2027. Khofifah menyambut turunnya hujan di sejumlah wilayah, tetapi mengingatkan bahwa perubahan cuaca harus diiringi kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi, termasuk longsor di kawasan perbukitan dan lereng.
Trenggalek, Malang, dan Lumajang telah mengalami kejadian longsor. Bagi warga yang tinggal di kawasan rawan, kondisi itu membuat pengenalan tanda bahaya dan komunikasi cepat menjadi penting. Evakuasi lebih dini dapat dilakukan ketika warga dan aparat mengetahui ancaman di lingkungan masing-masing.
Kesiapsiagaan diminta sampai tingkat RT dan RW
Khofifah mendorong kewaspadaan berlapis, mulai dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota hingga kecamatan, desa, serta lingkungan RT dan RW. Ia menekankan kesiapsiagaan berbasis komunitas agar warga dapat mengenali potensi ancaman dan memperkuat komunikasi saat keadaan darurat.
“Bagaimana secara komunitas, apakah RT, RW, desa, sama-sama membangun kewaspadaan dari desa setempat. Jangan sampai kemudian ada bencana alam yang berdampak pada hilangnya saudara-saudara kita dan akhirnya mereka meninggal dunia,” ujarnya.
Ia mengingatkan Indonesia, termasuk Jawa Timur, berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Karena itu, mitigasi dan kesiapsiagaan perlu menjadi kebiasaan, bukan baru dijalankan setelah bencana terjadi.
Khofifah mengajak pemerintah, aparat, relawan kebencanaan, dan masyarakat memperkuat koordinasi hingga tingkat lingkungan. “Kewaspadaan berganda itu harus dilakukan oleh semua pihak, semua lini,” katanya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.