Rabu, 4 November 2026 WIB
TEKNOLOGI

Canva Pangkas Struktur, 1.271 Karyawan Terdampak Restrukturisasi

Canva Pangkas Struktur, 1.271 Karyawan Terdampak Restrukturisasi
Canva Pangkas Struktur, 1.271 Karyawan Terdampak Restrukturisasi

1.271 karyawan Canva terdampak perombakan besar di perusahaan desain digital asal Australia itu. Keputusan yang diumumkan CEO Melanie Perkins pada Rabu (4/11) menyasar 22 persen tenaga kerja dan datang saat pertumbuhan bisnis melambat.

Canva yang berbasis di Sydney menyebut perubahan ini mencakup pengurangan pekerjaan, pergeseran peran, serta pemindahan sebagian karyawan ke pusat kerja tertentu. Perkins menyampaikan rencana itu melalui memo kepada staf.

Bagi pengguna Canva di Indonesia, belum ada perubahan layanan yang diumumkan dalam restrukturisasi ini. Perombakan yang dijelaskan perusahaan berfokus pada susunan tim dan cara kerja internal.

Tim produk disatukan

Canva akan melebur tim produk, pertumbuhan, dan platform ke dalam satu organisasi produk. Sydney juga ditetapkan sebagai pusat utama bagi lebih banyak tim produk.

Perkins mengatakan perusahaan ingin kembali mengandalkan tim-tim kecil yang memiliki ruang lebih besar untuk mengambil keputusan. Ia menyebut perubahan itu sebagai upaya menata Canva untuk menghadapi dekade berikutnya, setelah perusahaan berkembang dan struktur organisasinya membesar.

Namun, dampaknya berbeda bagi tiap karyawan. Sebagian akan menghadapi perubahan posisi atau diminta pindah ke pusat kerja yang ditentukan. Sebagian lainnya harus meninggalkan perusahaan.

“Ini juga berarti harus mengucapkan selamat tinggal kepada rekan kerja dan kawan-kawan yang telah membantu membangun Canva hingga menjadi seperti sekarang ini,” kata Perkins dalam memo tersebut.

Perusahaan juga akan mengurangi lapisan manajemen, menurut keterangan mengenai rencana restrukturisasi. Untuk karyawan dengan pola kerja hibrida, bahan perusahaan menyebut kewajiban masuk kantor dua hingga tiga hari per minggu mulai Januari 2027. Perubahan pola kerja itu menjadi bagian dari penataan organisasi, meski tidak berarti seluruh pengguna Canva akan merasakan perubahan langsung pada layanan.

Pertumbuhan melambat

Keputusan ini mengikuti langkah Canva pada Agustus, ketika perusahaan memangkas proyeksi pertumbuhan pendapatan 2026 dari 30 persen menjadi 20 persen. Perusahaan juga menurunkan valuasi internalnya menjadi 43,9 miliar.

Perlambatan pertumbuhan itu menjadi latar restrukturisasi, yang menurut Perkins diperlukan agar perusahaan kembali bekerja dengan tim lebih kecil dan fokus yang lebih terarah. Canva tidak hanya mengubah susunan divisi; rencana tersebut juga mengubah posisi dan lokasi kerja sebagian pegawai.

Di Indonesia, dampak yang dapat dipastikan sejauh ini berada pada struktur tenaga kerja Canva. Perusahaan tidak mengumumkan perubahan layanan bagi pengguna dalam keterangan mengenai restrukturisasi. Karena itu, belum ada dasar dari pengumuman tersebut untuk menyimpulkan bahwa fitur atau akses Canva di Indonesia ikut berubah.

Perubahan organisasi dan penurunan proyeksi pendapatan menjadi perkembangan yang patut dipantau pengguna serta pelaku industri digital. Untuk saat ini, fokus pengumuman Canva tetap pada penataan tim dan dampaknya terhadap karyawan.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis