Kamis, 5 November 2026 WIB
HUKUM KRIMINAL

Jenazah Dini dan Anak Tiba di Bogor, Keluarga Berduka

Jenazah Dini dan Anak Tiba di Bogor, Keluarga Berduka
Jenazah Dini dan Anak Tiba di Bogor, Keluarga Berduka

MEGAMENDUNG — Jenazah Dini Hardiyanti dan anaknya tiba di rumah duka di Megamendung, Bogor, pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 03.20 WIB, setelah keduanya menjadi korban pembunuhan oleh Dwi Bagus Martono. Keluarga yang menunggu kedatangan mereka menyambut dua peti jenazah dengan tangis.

Ambulans kepolisian membawa kedua jenazah ke kediaman keluarga. Sejumlah kerabat lalu mengangkat peti berwarna putih dan memeluknya di tengah suasana haru.

Keluarga berencana memakamkan Dini dan anaknya pada hari yang sama. Kepulangan jenazah mengakhiri penantian keluarga setelah proses pemeriksaan dan penyerahan di Jawa Timur.

Jenazah Dini dan anak tiba setelah pemeriksaan DNA

Kedua jenazah diserahkan kepada keluarga di RS Bhayangkara Polda Jatim pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah administrasi dan serah terima selesai, ambulans membawa jenazah menuju Bogor.

Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jatim lebih dulu memeriksa DNA fragmen tulang korban. Hasilnya mencocokkan fragmen dengan sampel pembanding dari ibu korban.

Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Wahono Edi Prastowo mengatakan tim memeriksa 15 fragmen. Seluruhnya dipastikan sebagai tulang manusia, sementara hasil pemeriksaan DNA menunjukkan kecocokan dengan sampel pembanding.

“Dan hasilnya sudah jadi tanggal 30 (Oktober), bahwa betul tulang dengan pembanding dari ibu yang kita ambil adalah darah, itu adalah identik. Jadi bisa dipastikan bahwa fragmen tulang itu adalah fragmen tulang gunanya almarhum korban,” kata Wahono di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Apa yang diketahui dari fragmen tulang korban?

Wahono menjelaskan, ukuran 15 fragmen itu kecil sehingga tidak semua bagian tubuh dapat dikenali secara anatomi. Salah satu fragmen diketahui berasal dari tulang panggul.

“Tapi untuk yang lain kita akan sulit untuk membedakan kalau tulang itu sudah menjadi fragmen kecil-kecil atau potongan kecil-kecil,” tuturnya.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan identitas korban sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga. Bagi keluarga, hasil identifikasi itu memungkinkan proses pemulangan dan pemakaman berjalan setelah kepastian identitas diperoleh.

Penyelidikan bermula dari laporan orang hilang

Dini dan anaknya dilaporkan hilang setelah keluarga kehilangan kontak sejak 20 September 2026. Keluarga kemudian menyampaikan laporan kepada Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026.

Dalam penyelidikan kasus pembunuhan itu, polisi menetapkan Dwi Bagus Martono sebagai tersangka. Dwi Bagus merupakan suami siri Dini.

Martha disebut sebagai istri sah Dwi Bagus. Keduanya menikah secara resmi pada 2023.

Di rumah duka, perhatian keluarga tertuju pada dua peti putih yang baru tiba setelah perjalanan dari Jawa Timur. Rencana pemakaman pada hari itu menjadi langkah berikutnya bagi keluarga setelah menerima jenazah Dini dan anaknya.

(ZA)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →