SAO PAULO — David Velez membangun kekayaan bersih sekitar Rp 235,85 triliun dari bisnis bank digital yang ia dirikan setelah kesulitan membuka rekening di Brasil pada 2012. Pengusaha asal Kolombia itu kini memimpin perusahaan yang berkembang menjadi bank digital terbesar di dunia di luar China.
Perjalanan Velez bermula jauh dari dunia keuangan. Ia meninggalkan Kolombia bersama keluarganya saat berusia sembilan tahun, lalu menetap di Costa Rica. Pengalaman sebagai pengungsi dan kesulitan mengakses layanan perbankan kemudian membentuk arah usahanya.
David Velez dan peluang di balik birokrasi bank
Pada 2012, setelah pindah ke Sao Paulo, Velez mencoba membuka rekening bank lokal. Proses yang semestinya sederhana justru memperlihatkan padanya betapa sulit dan mahalnya akses terhadap layanan perbankan.
Ia harus melewati pintu berjeruji baja dengan penjaga bersenjata, menunggu berjam-jam, lalu menghadapi birokrasi dan biaya tersembunyi. Pengalaman itu bukan sekadar gangguan bagi Velez. Ia melihat persoalan yang dialami nasabah sebagai peluang untuk mengubah cara bank melayani masyarakat.
Saat itu, industri perbankan Amerika Latin dikuasai lima bank besar. Velez menilai dominasi tersebut membuka ruang bagi layanan alternatif yang lebih mudah diakses. Ia pun meninggalkan kariernya sebagai investor modal ventura di Sequoia Capital, tempat ia mengawasi investasi di Amerika Latin.
Pada 2013, Velez mendirikan perusahaan yang menawarkan layanan finansial digital, gratis, dan transparan. Usaha itu dimulai dari rumah sewaan kecil di Sao Paulo. Gagasannya menantang pola bisnis perbankan yang sudah mapan, sehingga langkah awalnya dipandang berisiko oleh sejumlah pakar keuangan setempat.
Bagaimana usaha David Velez berkembang?
Velez memilih membangun layanan yang mengurangi hambatan bagi nasabah, dengan fokus pada akses digital serta biaya yang lebih jelas. Perusahaan yang ia rintis kemudian tumbuh menjadi bank digital terbesar di dunia di luar China.
Keberhasilan itu menunjukkan bagaimana persoalan layanan yang dialami sehari-hari dapat menjadi dasar sebuah bisnis. Bagi nasabah, model bank digital menawarkan alternatif dari pengalaman yang digambarkan Velez saat membuka rekening: antrean panjang, prosedur rumit, dan biaya yang sulit dipahami.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.