Sabtu, 7 November 2026 WIB
DAERAH

IPAL Pluit Jakarta Layani 220 Ribu Rumah, Ini Teknologinya

IPAL Pluit Jakarta Layani 220 Ribu Rumah, Ini Teknologinya
IPAL Pluit Jakarta Layani 220 Ribu Rumah, Ini Teknologinya

JAKARTA — IPAL Pluit Jakarta dirancang mengolah hingga 240 ribu meter kubik air limbah per hari dan melayani sekitar 220 ribu sambungan rumah. Fasilitas dalam proyek Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 itu dibangun di Jakarta Utara untuk memperluas pengelolaan limbah rumah tangga di delapan kecamatan Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.

Proyek ini mencakup instalasi pengolahan dan jaringan pipa sepanjang sekitar 74,4 kilometer. Pemerintah membangun sistem itu untuk mengurangi risiko limbah rumah tangga mencemari lingkungan perkotaan, sekaligus menyediakan pengolahan terpusat sebelum air hasil olahan dialirkan kembali ke lingkungan.

Apa yang dibangun dalam proyek IPAL Pluit Jakarta?

Fasilitas utama berdiri di atas lahan seluas 3,9 hektare. Jaringan perpipaan akan menghubungkan rumah-rumah ke instalasi pengolahan, sehingga limbah dapat diproses melalui satu sistem sebelum air hasil olahan dilepas kembali ke lingkungan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan proyek sanitasi itu tidak berhenti pada pembangunan pipa dan instalasi. Menurut dia, sistem terpusat turut mendukung lingkungan yang lebih sehat dan layak huni.

“Pembangunan sistem air limbah terpusat bukan hanya membangun pipa dan instalasi, tetapi menghadirkan peradaban baru. Infrastruktur sanitasi modern akan menjamin lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan layak huni bagi masyarakat,” kata Dody.

Manfaat proyek akan bergantung pada jaringan yang mengalirkan limbah dari rumah menuju fasilitas pengolahan. Karena itu, cakupan layanan sekitar 220 ribu sambungan rumah dan pembangunan puluhan kilometer pipa menjadi bagian penting dari proyek, bukan sekadar pelengkap instalasi.

Bagaimana teknologi pengolahan limbahnya bekerja?

IPAL Pluit Jakarta menggunakan teknologi A2O (Anaerobic-Anoxic-Oxic) dan Membrane Bio-Reactor (MBR), yang dipadukan dengan High-rate Filter. Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jakarta Metropolitan Reza Rizka Pratama menjelaskan, teknologi tersebut dirancang untuk mengurangi sejumlah kandungan pencemar di dalam air limbah.

Pengolahan mencakup pengurangan bahan organik, padatan tersuspensi, nitrogen, dan fosfor sebelum air dialirkan kembali ke lingkungan. Reza menyebut proses itu memungkinkan pengolahan berlangsung secara optimal sesuai ketentuan.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Fakta atau hoaks? Uji kejelianmuFakta atau Hoaks? 6 Kabar Viral Awal November 2026 →