Minggu, 8 November 2026 WIB
EKONOMI

Investasi IKN Tembus Rp3,739 Triliun dari Tujuh Proyek Baru

Investasi IKN Tembus Rp3,739 Triliun dari Tujuh Proyek Baru
Investasi IKN Tembus Rp3,739 Triliun dari Tujuh Proyek Baru

JAKARTA — Investasi IKN dari tujuh proyek baru mencapai Rp3,739 triliun setelah Otorita Ibu Kota Nusantara menandatangani kerja sama pada 14 Oktober 2026. Proyeknya mencakup hunian ASN serta investasi swasta di sektor pangan, mebel, komersial, kuliner, olahraga, dan fasilitas kawasan.

Komitmen tersebut terdiri atas pembangunan delapan tower rumah susun senilai Rp2,629 triliun dan lima investasi langsung swasta dengan nilai total Rp1,11 triliun. Otorita IKN menyebut proyek-proyek itu segera memasuki tahap pembangunan.

Investasi IKN mencakup hunian ASN dan usaha swasta

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan Nusantara tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pemerintah juga menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), investasi swasta, serta hibah.

“Hari ini kita membuktikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dibiayai oleh APBN. Hari ini juga ada dua KPBU dan lima investasi swasta yang segera akan dimulai pembangunannya,” ujar Basuki.

Basuki menyebut percepatan pembangunan IKN turut membuka peluang kerja bagi warga di sekitarnya. Dampaknya bergantung pada pelaksanaan proyek-proyek tersebut, mulai dari pembangunan hunian hingga kegiatan usaha yang akan beroperasi di kawasan ibu kota baru.

Bagi masyarakat dan pelaku usaha, komposisi investasi ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan tidak berhenti pada pembangunan tempat tinggal ASN. Rencana usaha pangan, kuliner, mebel, dan olahraga juga berpotensi menghadirkan kegiatan ekonomi di lokasi proyek, sementara proyek hunian menambah pilihan tempat tinggal bagi aparatur.

Delapan tower rumah susun senilai Rp2,629 triliun

Proyek rumah susun ASN digarap PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management sebagai pemrakarsa. Rencana pembangunan mencakup 288 unit sarusun berukuran 190 meter persegi di Wilayah Perencanaan 1A.

Proyek itu menempati persil seluas 6,84 hektare dengan biaya investasi Rp2,629 triliun. Direktur Utama PT Nindya Karya Firmansyah menyebut kepercayaan yang diberikan kepada perusahaannya sebagai amanah untuk menghasilkan pembangunan berkualitas.

“Bagi kami, kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus komitmen untuk menghadirkan hasil pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi Otorita IKN, bangsa, dan negara,” ujar Firmansyah.

Skema KPBU perumahan juga mencakup proyek rumah tapak ASN yang telah disepakati sebelumnya. Otorita IKN menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Intiland Development Tbk pada 6 Oktober 2026 untuk pembangunan 109 unit rumah di Wilayah Perencanaan 1B KIPP IKN. Nilai investasinya Rp2,819 triliun.

Rumah tapak tersebut dirancang memiliki luas masing-masing 390 meter persegi. Proyek berada di atas persil seluas 9,17 hektare, terbagi menjadi 79 unit di Persil 1 seluas 6,6 hektare dan 30 unit di Persil 2 seluas 2,4 hektare.

Masa kerja sama proyek berlangsung 10 tahun, terdiri atas dua tahun konstruksi dan delapan tahun masa layanan. Pembangunannya diharapkan selesai pada Triwulan IV 2028.

Lima investasi swasta mengisi sektor pangan hingga komersial

Di sektor pangan, PT Berdikari (Persero) merencanakan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Wilayah Perencanaan 3. Rencana investasi mencakup parent stock layer farm dan hatchery di lahan 17,27 hektare, dengan estimasi nilai Rp177 miliar dan kapasitas sekitar 140 ribu ekor ayam.

PT Laziz Nusantara Grup akan membangun Arabic Resto, gerai gelato, dan gedung serbaguna di KIPP 1B. Proyek di lahan 0,54 hektare itu memiliki estimasi investasi Rp10 miliar. Sementara itu, PT FYP Karya Perdana merencanakan Teras Padu, sarana olahraga dan komersial penunjang di KIPP 1A, dengan investasi Rp20 miliar di atas lahan 0,45 hektare.

PT Java Teak Indo akan menghadirkan showroom mebel khas Jepara dan kantor di KIPP 1A. Rencana tersebut mencakup lahan 0,2 hektare dengan estimasi investasi Rp1,5 miliar.

Keterlibatan perusahaan itu mendapat perhatian Bupati Jepara Witiarso Utomo. Ia menilai kesempatan berinvestasi di IKN memberi ruang bagi usaha daerah untuk ikut berperan, termasuk pelaku mebel Jepara.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Jepara berterima kasih sekali kepada Kepala Otorita IKN, yang sudah memberikan kesempatan UMKM kami di Jepara untuk ikut berinvestasi di IKN,” ujar Witiarso.

Proyek swasta dengan nilai terbesar dalam daftar itu adalah Grand Vista Nusantara yang dikembangkan PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park. Kawasan di KIPP 1B tersebut direncanakan berisi area komersial, apartemen, dan perkantoran di lahan 3,57 hektare, dengan estimasi investasi Rp1 triliun.

Perusahaan itu diwakili Director PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park, Yang Jinghui. Ia berharap pembangunan IKN berlangsung cepat dan tepat waktu agar investor lain dari China tertarik berinvestasi.

“Kami harap pembangunan IKN berjalan semakin cepat, pesat, dan tepat waktu sehingga investor lain dari China akan semakin tertarik datang ke sini,” ujar Yang Jinghui.

(PE)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair