Minggu, 8 November 2026 WIB
HUKUM KRIMINAL

Vape Narkotika: BNN Temukan 99 Persen Sampel Positif

Petugas laboratorium memeriksa cartridge vape narkotika sebagai barang bukti
Pemeriksaan laboratorium menemukan narkotika dalam sampel cairan vape. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Vape narkotika terdeteksi dalam 1.420 dari 1.434 sampel cairan yang diuji Badan Narkotika Nasional (BNN) sepanjang 2026, atau 99 persen dari seluruh sampel. Temuan itu mencakup beragam zat, termasuk ketamin, sementara BPOM juga menemukan etomidat dalam sejumlah produk vape yang beredar.

Risikonya bukan cuma paparan zat terlarang. Cairan vape dapat berisi campuran beberapa narkotika, sedangkan pemanasan cairannya menghasilkan aerosol yang menurut BPOM dapat memicu zat karsinogenik.

Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN, Brigjen Pol Supiyanto, menyampaikan temuan penyusupan narkotika dalam vape pada Forum Group Discussion Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026). BNN menguji barang bukti dari periode Mei 2025 hingga November 2026.

Vape narkotika dapat memuat campuran zat

Hasil pengujian BNN menunjukkan narkotika konvensional dan zat psikoaktif baru dapat disisipkan ke cairan atau cartridge vape. Jenis yang disebut Supiyanto meliputi THC atau ganja cair, kokain, sabu, dan ekstasi.

“Jenis narkotika yang disalahgunakan di dalam vape, baik yang konvensional maupun NPS, semuanya ada. Mulai dari THC (ganja cair), kokain, sabu, hingga ekstasi. Dari hasil uji laboratorium kami, semua jenis narkoba memungkinkan disusupkan di dalam cartridge vape,” ujar Supiyanto.

Ancaman juga datang dari New Psychoactive Substances (NPS). Supiyanto mencatat terdapat lebih dari 1.530 jenis NPS secara global, dengan 107 jenis teridentifikasi telah masuk ke Indonesia. Synthetic cannabinoid atau sinte, synthetic cathinone, serta etomidate termasuk zat yang ditemukan dalam peredaran terkait vape.

Perangkat vape, baik yang bisa diisi ulang maupun sistem tertutup, memberi ruang untuk menyamarkan kandungan. Perisa, aroma, serta pelarut propylene glycol dan vegetable glycerin dapat digunakan untuk mengaburkan zat terlarang agar tidak mudah dikenali dari tampilan cairannya.

Laboratorium BNN juga mendapati cairan yang berisi dua hingga empat senyawa narkotika sekaligus. Supiyanto menyebut contoh campuran ekstasi dengan etomidate atau ekstasi dengan sinte. “Ini tentu sangat mengkhawatirkan dan berisiko tinggi bagi penggunanya,” tuturnya.

Apa temuan BPOM tentang etomidat dan ketamin?

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →