JERUSALEM — Gadi Eisenkot membuka peluang bagi Benjamin Netanyahu bergabung dalam pemerintahan Israel yang sedang ia upayakan bentuk setelah Presiden Isaac Herzog memberinya mandat pada Minggu. Sikap itu disampaikan saat Eisenkot menghadapi hitungan waktu dan perlu dukungan lintas partai untuk memperoleh kepercayaan parlemen.
Kesediaan tersebut membuat posisi Netanyahu tetap berpengaruh dalam perundingan, meski Eisenkot tampil sebagai rival utama perdana menteri. Jika upaya membentuk pemerintahan gagal, Netanyahu berpeluang kembali mendapat tugas membentuk kabinet, sementara pemilu baru dapat menjadi pilihan berikutnya.
Gadi Eisenkot tawarkan pemerintahan persatuan
Dalam pidato di kantor presiden di Jerusalem, Eisenkot mengatakan anggota Likud dan Partai Zionis Religius dapat mendukung pemerintahan yang dipimpinnya. Ia juga membuka pintu bagi Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, tokoh sayap kanan yang berasal dari Partai Zionis Religius.
“Jika anggota Likud dan Partai Zionis Religius benar-benar percaya bahwa ini adalah waktu untuk bersatu, seperti yang mereka sampaikan kepada presiden, saya tidak melihat alasan mereka tidak mendukung pemerintahan di bawah kepemimpinan saya dan prinsip-prinsip yang telah saya ajukan,” kata Eisenkot.
Eisenkot menyatakan pemerintahannya akan bekerja untuk kepentingan masyarakat dan mewakili seluruh kelompok di Israel. Namun, membuka peluang bagi partai-partai sekutu Netanyahu tidak otomatis menjamin dukungan mereka dalam negosiasi koalisi.
Herzog memperingatkan bahwa Israel menghadapi ketidakpastian setelah pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November. Sejumlah tokoh politik yang kritis terhadap Israel dan dukungan militer Amerika Serikat meraih kemenangan dalam pemilu itu. Presiden Israel tersebut menilai negara itu membutuhkan pemerintahan yang stabil menghadapi realitas politik baru di Amerika Serikat.
Hitungan kursi jadi tantangan utama
Dalam pemilu Israel pada 27 Oktober, aliansi empat partai yang dipimpin Eisenkot memperoleh 48 kursi. Blok kanan dan keagamaan Netanyahu meraih 53 kursi. Kedua kubu belum mencapai 61 kursi, jumlah yang dibutuhkan untuk menguasai mayoritas parlemen.
Partai-partai yang dipimpin warga Arab meraih 19 kursi, jumlah tertinggi yang disebut dalam hasil pemilu tersebut. Mereka mendukung Eisenkot untuk menerima mandat, tetapi Eisenkot menolak membentuk pemerintahan bersama mereka. Tanpa dukungan kelompok itu, jalan menuju mayoritas bergantung pada negosiasi dengan partai lain.











































📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.