BSD CITY — IFBC 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dari pameran 250 merek waralaba dan UMKM di ICE BSD, Tangerang, pada 6–8 November 2026. Pameran ini memberi calon pengusaha pilihan kemitraan dengan modal mulai Rp10 juta, bahkan ada opsi di bawah angka itu.
Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dan PT Neo Expo Promosindo menggelar edisi ke-182 Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC). Penyelenggara juga membidik 12.000 pengunjung, naik dari 9.000 orang pada edisi Februari sebelumnya.
IFBC 2026 tawarkan 250 merek kemitraan
Ragam merek lintas sektor menjadi daya tarik utama pameran. Pengunjung dapat berkonsultasi langsung, membandingkan proyeksi investasi, dan mencari promo kemitraan yang hanya tersedia selama acara.
Bagi calon pelaku usaha, kesempatan membandingkan tawaran di satu tempat dapat membantu mereka menilai kecocokan modal dan model bisnis sebelum mengambil keputusan. Opsi investasi yang dimulai dari Rp10 juta atau kurang juga membuka ruang bagi calon mitra dengan dana terbatas.
Pameran ini menjadi penutup tur yang mencakup enam kota. Rangkaian IFBC telah berlangsung sejak 2006 dan mengusung tema “Grow Beyond Boundaries”. Penyelenggara menyebut tema itu sebagai dorongan untuk memperkuat daya saing dan semangat berwirausaha.
Public Relation PT Neo Expo Promosindo, Freddy Ferdianto, mengatakan acara tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha berkembang. “Maksudnya adalah agar para pengusaha ini yang dari UMKM naik kelas jadi wirausaha yang sudah wirausaha bisa sustainable,” kata Freddy.
Klinik bisnis sediakan konsultasi gratis
IFBC 2026 juga menghadirkan Klinik Bisnis dari Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, dan AFI. Layanan konsultasi serta pembinaan itu diberikan gratis selama pameran berlangsung.
Fasilitas tersebut memberi calon pengusaha ruang untuk membahas rencana usaha sebelum memilih kemitraan. Konsultasi dapat melengkapi informasi dari merek peserta, terutama ketika pengunjung sedang menimbang proyeksi investasi dan promosi yang ditawarkan.
Target transaksi yang dipasang penyelenggara masih berupa harapan, bukan hasil akhir. Freddy menyampaikan penyelenggara berharap nilai transaksi pameran mencapai Rp600 miliar.
Target kunjungan 12.000 orang juga lebih tinggi dibanding 9.000 pengunjung pada edisi Februari. Perbedaan angka itu menjadi tolok ukur yang dipakai penyelenggara untuk mengukur minat terhadap pameran kali ini.
Transaksi pameran dan dampak bagi UMKM
Nilai transaksi pameran waralaba berbeda konteks dengan transaksi UMKM dalam kegiatan daerah. Di Jambi, Pemerintah Kota Jambi mencatat transaksi UMKM selama MTQH Ke-55 tingkat Provinsi Jambi 2026 mencapai Rp2,5 miliar, berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.
Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menyampaikan angka itu saat penutupan kegiatan. Capaian tersebut belum memasukkan transaksi pedagang kaki lima yang ikut berjualan. Angka Jambi merupakan catatan transaksi selama acara, sedangkan Rp600 miliar di IFBC adalah target yang diharapkan penyelenggara.
Perbandingan ini memperlihatkan dua bentuk peluang usaha yang berbeda: pameran IFBC mempertemukan calon mitra dengan merek waralaba, sementara kegiatan daerah memberi ruang transaksi bagi pedagang lokal.
Bagi UMKM yang ingin berkembang, akses konsultasi dan peluang kemitraan di IFBC dapat menjadi langkah untuk menguji pilihan usaha, tetapi target transaksi belum memastikan hasil yang akan tercapai.
IFBC 2026 berlangsung di ICE BSD hingga 8 November 2026. Penyelenggara berharap pameran itu meraih transaksi Rp600 miliar.










































📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.