Senin, 9 November 2026 WIB
EKONOMI

Kompleksitas Ekonomi Indonesia: Peringkat 69, Apa Tantangannya?

Kompleksitas Ekonomi Indonesia
Kompleksitas Ekonomi Indonesia: Peringkat 69, Apa Tantangannya?. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Kompleksitas ekonomi Indonesia masih tertinggal dari Vietnam, meski ekonomi nasional tumbuh 5,47% pada kuartal III-2026. Perbandingan ini penting bagi industri dan pekerja: pertumbuhan tinggi belum otomatis berarti perusahaan lokal menguasai teknologi dan mendapat nilai tambah lebih besar.

Data perdagangan 2024 menempatkan Indonesia di peringkat ke-69 Indeks Kompleksitas Ekonomi, dengan skor 0,23. Vietnam berada di peringkat ke-45 dengan skor 0,63. Angka itu memberi gambaran tentang keragaman produk ekspor dan tingkat pengetahuan yang dibutuhkan untuk membuatnya.

Namun, pertumbuhan kedua negara tidak bisa dinilai dari angka mentah saja. Vietnam mencatat pertumbuhan 9,95% pada kuartal yang sama, tetapi ukuran ekonominya lebih kecil dan berada dalam fase mengejar ketertinggalan. Inti persaingannya ada pada kemampuan membangun industri dan memperkuat posisi dalam rantai pasok global.

Kompleksitas ekonomi Indonesia tertinggal

Indeks Kompleksitas Ekonomi atau ECI mengukur keragaman produk ekspor suatu negara serta seberapa banyak negara lain mampu membuat produk yang sama. Produk yang hanya dapat diproduksi oleh sedikit negara dianggap mencerminkan pengetahuan produksi yang lebih rumit.

Dalam rentang 2019-2024, Vietnam naik sepuluh peringkat, sedangkan Indonesia turun sebelas peringkat. Atlas of Economic Complexity dari Harvard Growth Lab mengaitkan penurunan Indonesia dengan kurangnya diversifikasi ekspor.

Indeks itu tetap punya batas. Perhitungannya memakai data ekspor berdasarkan negara pengekspor, bukan kepemilikan perusahaan. Karena itu, produksi perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia ikut tercatat dan tidak serta-merta menunjukkan kemampuan produsen lokal.

ECI juga bukan ukuran langsung nilai tambah domestik. Jadi, peringkatnya berguna untuk membaca struktur ekspor, tetapi tidak cukup untuk menilai seluruh kemampuan industri nasional.

Ekspor Vietnam besar, nilai lokal jadi tantangan

Vietnam menunjukkan betapa cepatnya sebuah negara masuk ke rantai pasok manufaktur dunia. Pada sembilan bulan pertama 2026, ekspornya naik 24,5% menjadi US$434,3 miliar. Impor tumbuh lebih cepat, yakni 36,7%, menjadi US$453,7 miliar.

Selisih itu membuat neraca barang Vietnam defisit US$19,4 miliar. Defisit tersebut menyusut menjadi sekitar US$12,1 miliar pada periode sepuluh bulan setelah Vietnam mencatat surplus pada September dan Oktober.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair