Senin, 9 November 2026 WIB
TEKNOLOGI

Pusat Data Inggris Tetap Dibangun, Pemerintah Minta Syarat

Pusat data Inggris dibangun untuk mendukung kebutuhan komputasi AI
Pembangunan pusat data Inggris berlanjut dengan syarat investasi bagi warga lokal dan penciptaan lapangan kerja. (Ilustrasi: AI)

LONDON — Pusat data Inggris akan terus dibangun sebagai infrastruktur penting, kata Menteri Pertumbuhan Dan Tomlinson. Pemerintah mendukung proyek yang menopang penggunaan kecerdasan buatan, tetapi meminta investasi bagi masyarakat sekitar dan penciptaan lapangan kerja.

Kebijakan itu menempatkan pembangunan pusat data pada dua kepentingan: memenuhi kebutuhan komputasi yang meningkat dan memastikan warga lokal mendapat manfaat. Tomlinson mengatakan pemerintah Inggris mengambil pelajaran dari pembangunan yang berlangsung tanpa kendali memadai di sejumlah wilayah Amerika Serikat.

Pusat data Inggris ditargetkan mencapai 6 GW

Dokumen kebijakan UK Compute Roadmap menyebut Inggris perlu memiliki kapasitas komputasi pusat data setidaknya 6 GW pada 2030. Kapasitas komputasi adalah kemampuan fasilitas untuk memproses data, termasuk kebutuhan layanan kecerdasan buatan.

Tomlinson menilai penggunaan AI yang makin luas dalam perekonomian Inggris akan meningkatkan kebutuhan pusat data. Fasilitas itu menyediakan daya komputasi untuk menjalankan dan mendukung berbagai penggunaan teknologi tersebut.

Target kapasitas itu membuat pembangunan pusat data menjadi bagian dari rencana infrastruktur Inggris. Namun, pemerintah tidak menyatakan dukungan tanpa syarat. Proyek harus menyertakan investasi bagi masyarakat setempat serta membuka pekerjaan agar memperoleh dukungan pemerintah.

Bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek, syarat tersebut menyangkut manfaat yang terasa langsung: investasi untuk komunitas dan peluang kerja. Pemerintah juga perlu mengawasi pembangunan, sebab perluasan fasilitas bisa memicu penolakan bila masyarakat tidak melihat kepentingan lokal ikut diperhitungkan.

Inggris memilih pengawasan lebih ketat

Inggris sebelumnya mempermudah persetujuan pembangunan pusat data melalui inisiatif AI Growth Zones. Program itu diperkenalkan mantan Perdana Menteri Keir Starmer pada 2025 untuk mendorong pertumbuhan infrastruktur AI.

Namun, rencana pembangunan di sejumlah lokasi juga memicu protes warga Inggris. Pemerintah kini menyatakan akan memakai pendekatan yang lebih terukur, dengan pengawasan lebih baik dibanding pola pembangunan yang disebut Tomlinson sebagai kebebasan tanpa batas di beberapa bagian AS.

Perbandingan dengan Amerika Serikat muncul saat permintaan pusat data di negara itu membawa dampak yang dipersoalkan. Hasil pemungutan suara lokal di AS menunjukkan mayoritas pemilih mendukung pembatasan laju pembangunan pusat data. Sikap itu memperlihatkan bahwa kebutuhan infrastruktur teknologi dapat berbenturan dengan kekhawatiran masyarakat setempat.

Tomlinson mengatakan pusat data akan tetap berjalan sebagai proyek “infrastruktur penting”. Dukungan pemerintah, menurut menteri pertumbuhan Inggris itu, akan bergantung pada kemampuan proyek untuk berinvestasi di komunitas lokal dan menciptakan pekerjaan.

(AN)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →
TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis