Senin, 9 November 2026 WIB
DAERAH

SUBEC Surabaya: 380 Pendaftar, 50 Usaha Terpilih Dibina

SUBEC Surabaya menjadi ruang pamer karya pelaku usaha kreatif muda
Pelaku usaha dan komunitas kreatif menampilkan karya dalam kegiatan di SUBEC Surabaya. (Ilustrasi: AI)

Dampaknya terasa bagi peserta ketika kesempatan belajar tidak berhenti pada acara. Pembinaan yang berkelanjutan dapat membantu pelaku usaha menguji produk, memperbaiki mutu, menentukan harga, memasarkan barang, dan melindungi kekayaan intelektual. Bagi komunitas yang tidak mengejar bisnis, akses ruang, pelatihan, dan pertemuan lintas bidang juga memberi manfaat sosial dan keterampilan.

SSF 3.0 sudah memasukkan lokakarya penjualan dan pencitraan merek, penguatan bisnis, serta konsultasi dengan praktisi dan ahli hukum. Peserta juga mempelajari kebutuhan pelanggan, pembagian kerja, dan pengelolaan arus kas. Tahap berikutnya adalah menjaga pendampingan agar materi itu bisa diterapkan setelah festival berakhir.

Program rutin dan akses terbuka jadi pekerjaan berikutnya

SUBEC membutuhkan kalender kegiatan sepanjang tahun, mulai dari pameran dan lokakarya hingga pertunjukan, kompetisi, serta kelas keterampilan. Pengelola juga perlu mengatur pemakaian ruang, jadwal kegiatan, standar layanan, dan biaya pemeliharaan secara transparan.

Kerja sama dengan komunitas dan swasta dapat mendukung operasional, selama fungsi publiknya tetap terjaga dan kreator pemula tidak tersisih.

Keberhasilan juga perlu dinilai dari hasil yang beragam. Usaha yang bertahan, transaksi, omzet, dan lapangan kerja dapat menunjukkan dampak ekonomi. Jumlah komunitas aktif, peserta pelatihan, kolaborasi, serta keterampilan baru membantu melihat manfaat sosialnya. Evaluasi berkala memberi dasar untuk memperbaiki program dan mempertanggungjawabkan penggunaan fasilitas publik.

Akses yang setara menjadi bagian penting dari penilaian itu. Perhatian Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terhadap keterlibatan penyandang disabilitas, termasuk pemberian stan untuk memamerkan karya, menjadi langkah awal. Kesempatan tidak cukup hadir sesekali di ruang pamer; fasilitas, pelatihan, pendampingan, dan akses pasar juga perlu tersedia secara berkelanjutan.

Desain universal, yakni rancangan fasilitas yang dapat digunakan beragam orang, perlu diterapkan pada jalur mobilitas, akses antarlantai, toilet, dan papan informasi. Pelatihan pun perlu dapat diikuti secara setara. Langkah SUBEC berikutnya akan terlihat dari seberapa konsisten ruang itu membuka akses dan meneruskan pembinaan di luar festival.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →