Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Cerita Rakyat Belitung : Hikayat Raja Berekor

1780207165079
Ilustrasi Raja Berekor. Foto: JournalArta

BANGKA BELITUNG, JOURNALARTA.COM – Cerita ini merupakan kegiatan dari asal usul Pulau Belitung dimana terdapat sebuah pulau hanyut yang di akibatkan kemurkaan seorang raja di Bali akibat anaknya mengandung anak akibat hubungannya dengan anjing kesayangannya. Hatta setelah tiba waktunya, sang putri yang mengandung akibat hubungan dengan anjing kesayangannya melahirkan seorang bayi laki-laki. Berbeda dengan bayi normal, sekujur tubuh bayi tersebut penuh di tumbuhi bulu-bulu subur serta memiliki sebuah ekor kecil, layaknya anjing.

Singkat cerita, karena persediaan makanan kiriman dari istana sebelum di kutuk ayahnya telah menipis, sang putri pun mulai menggantungkan hidup dari alam. Untuk membesarkan anaknya, ditemani anjing kesayangannya ia berburu binatang apa saja yang ada di hutan, menangkap ikan di sungai, serta memakan tumbuhan hutan apa saja yang bisa di makan. Oleh ibunya, setelah beranjak besar si anak berekor di ajarkan cara berburu dan menangkap ikan di sungai.

Satu hari, si anak berekor berburu sendiri ke hutan. Dalam hutan ia bertemu sepasang burung (disebutkan sebagai burung kutilang) yang sedang memberi makan anaknya. Sedianya ia akan memanah burung-burung tersebut. Namun mengingat burung tersebut sedang memberi makan anaknya, anak berekor pun mengurungkan niatnya. Dalam hatinya malah timbul rasa kasihan melihat keharmonisan keluarga burung tersebut. Sepanjang hari itu, ia merasa sangat terkesan dengan keluarga burung tersebut. Sepanjang perjalanan ia terus terbayang kemesraan burung tersebut. Hingga tak seekor burung pun berhasil ia panah hari itu.

Setiba di rumah, ia pun segera menghampiri ibunya dan bertanya, “ Mak, dimane aya aku ne ?“. Di Tanya demikian, si Ibu kaget. Lalu menjawab “Aya kau ndak ade“. Tak puas dengan jawaban ibunya, si anak pun lantas berujar,” Ndak mungkin anak manusie ndak ade aya. Sedangkan binatang sajak macam burong kutilang nok aku liat de bang utan tadik ade umak bapak e”.

Walau di desak, sang putri tetap tak menjawab. Hingga kemudian anaknya berkata keras kepada ibunya. ” Sebutla benar-benar demane aya aku ? kaluk, ikam ndak, ikam aku buno”, sergahnya dengan bengis. Mendengar ancaman tersebut, karuan si ibu ketakutan. Sebab anaknya kini telah menjadi laki-laki dewasa bertubuh tinggi besar, berotot, pemberani,tangkas dan sangat kuat. Akhirnya, setelah berkali-kali di ancam, sang ibu pun berkata,”Aya kau to si Tumang,asuk kesayangen kite”.

Halaman:12345Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda