Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
BUDAYA

Cerita Rakyat Bangka Belitung : “Legenda Bujang Katak”

Cerita Rakyat Bangka Belitung : “Legenda Bujang Katak”
BANGKA BELITUNG, JOURNALARTA.Com - Edisi kali ini, Redaksi akan menyuguhkan cerita rakyat dari Bangka Belitung yang berjudul 'BUJANG KATAK'. (Ilustrasi: AI)

BANGKA BELITUNG, JOURNALARTA.Com – Edisi kali ini, Redaksi akan menyuguhkan cerita rakyat dari Bangka Belitung yang berjudul ‘BUJANG KATAK’. Cerita ini adalah tentang keajaiban doa. Seorang nenek tua yang tak punya anak terus-terusan berdoa agar mendapatkan anak. Lalu, Tuhan pun mengabulkan keinginannya.

Meski sang anak lahir dengan wajah seperti katak, Nenek itu tetap bahagia. Tidak hanya itu saja, keajaiban doa juga terjadi pada anaknya itu. Selain itu, ada beberapa pesan moral yang dapat diambil dari cerita ini diakhir artikel.

Baiklah tidak usah berlama-lama, berikut cerita lengkapnya :

Dikisahkan, pada zaman dahulu, hiduplah seorang nenek sebatang kara di desa kecil di Bangka Belitung. Suaminya telah lama meninggal, ia pun tak punya anak bahkan tak punya satu pun sanak saudara.

Selain sendiri, sang Nenek juga hidup sangat miskin. Ia tinggal di sebuah gubuk reyot yang hampir ambruk. Untuk mencukupi kebutuhannya, ia menggarap sebidang ladang warisan dari almarhum sang suami.

Saat musim tanam tiba, ia sibuk berada di ladang untuk bekerja. Namun, tubuhnya yang lemah membuat ia mudah lelah. Alhasil, baru sebentar bekerja, ia sudah harus beristirahat. Pekerjaannya pun tak selesai dalam waktu sehari saja.

Di tengah teriknya matahari, wanita tua ini berandai-andai. “Seandainya aku punya anak, mungkin ada yang bakal membantuku bekerja. Jadi, aku tak perlu capek-capek menggarap ladang ini sendirian. Kalau nanti aku sudah tak punya tenaga tuk bekerja, siapa yang bakal menggarap ladang ini?” tanyanya dalam hati.

Tak banyak yang nenek tua itu kerjakan. Ketika sore tiba, nenek segera kembali ke gubuk reyot nya. Pada malam harinya, ia duduk-duduk di depan rumah sambil melihat indahnya bintang dan bulan.

Ia sedang meratapi kesendiriannya. Lalu, ia menengadahkan kedua tangannya dan berdoa, “Tuhan, selama ini hamba tak pernah meminta apa pun darimu. Karena hamba selalu merasa Kau telah mencukupi segala yang aku butuhkan. Kau memberiku kesehatan dan juga umur yang panjang. Awalnya, hamba merasa cukup. Tapi, hamba kini butuh seorang anak, walaupun hanya berbentuk katak.”

Halaman:1234567891011Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda