Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
BUDAYA

Cerita Rakyat Bangka Belitung : “Legenda Bujang Katak”

Cerita Rakyat Bangka Belitung : “Legenda Bujang Katak”
BANGKA BELITUNG, JOURNALARTA.Com - Edisi kali ini, Redaksi akan menyuguhkan cerita rakyat dari Bangka Belitung yang berjudul 'BUJANG KATAK'. (Ilustrasi: AI)

Tiga hari setelah berdoa, perempuan tua itu merasakan ada yang aneh dengan perutnya. Ia juga merasa mual tiap bangun tidur.

“Tuhan, apa yang terjadi dalam perutku? Aku merasa ada yang bergerak-gerak di dalam perutku,” ucapnya sambil mengelus-elus perutnya.

Semakin hari, perut sang nenek semakin besar. Ia pun menyadari bahwa dirinya sedang hamil.

“Tuhan, terima kasih karena telah mengabulkan doaku,” ucapnya dalam hati.

Nenek sangat bersyukur dan bahagia. Tapi, ia menjadi buah bibir para tetangga.

“Bagaimana bisa si tua renta itu hamil? Selain usianya yang sudah tua, ia juga tak punya suami, kan? Wah, pria mana yang menghamilinya?” ucap salah satu warga.

“Jangan-jangan ia berbuat tidak senonoh di dusun ini,” sahut seorang warga lainnya.

Demikianlah para warga mencibir sang nenek. Sepanjang nenek melewati rumah para tetangga, beberapa warga langsung berbisik-bisik sambil melihat perutnya.

Meski begitu, Nenek tak pernah merasa tersinggung. Ia tetap merasa bahagia karena akan memiliki momongan. Omongan para warga tak ia dengarkan.

Pada suatu malam, si Nenek berteriak-teriak meminta tolong. Ia mengalami sakit perut yang luar biasa dan sebentar lagi akan melahirkan. Mendengar teriakan Nenek, para warga pun berbondong-bondong tuk ke gubuk reyot itu.

Namun, ketika mereka sampai depan rumah, si Nenek telah berhenti teriak. Tak lama kemudian, terdengarlah suara tangisan seorang bayi. Nenek melahirkan seorang diri.

Lalu, warga masuk ke rumah sang nenek untuk melihat sang bayi. Betapa terkejutnya mereka melihat bayi itu memiliki bentuk dan kulit seperti seekor katak.

“Hei, Perempuan Tua! Bagaimana mungkin hal ini terjadi? Kenapa wajah anakmu seperti katak?” ucap salah satu warga.

“Jangan-jangan kau berhubungan badan dengan seorang katak? Sungguh mengerikan,” sahut warga lainnya.

Si Nenek lalu menceritakan seluruh kejadian yang ia alami.

“Aku hanya berdoa pada Tuhan agar mendapatkan momongan. Aku juga berkata anak yang berbentuk katak pun tak mengapa. Lalu, Tuhan rupaya mengabulkan doaku,” ucap Nenek.

Meski terdengar tak masuk akal, warga terpaksa mempercayai perkataan sang Nenek. Mereka satu persatu pergi tanpa ada satu pun yang menggendong sang bayi.

Halaman:1234567891011Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda