“Mereka adalah ketujuh putriku. Satu per satu dari mereka akan menjawab lamaranmu, Bujang Katak,” ucap Raja.
Bukannya menolak dengan kata sopan, si Sulung yang pertama kali menjawab justru melontarkan kata-kata kasar.
“Kau pikir ada yang mau menikah denganmu? Dasar menjijikkan!” ucap si Sulung.
Selain berucap kasar, ia juga meludahi Bujang Katak dan ibunya. Anak kedua dan keenam pun turut berucap kasar dan meludahi mereka. Namun, Putri Bungsu tak melakukannya.
Ia merasa kasihan dengan perempuan tua itu. Di sisi lain, ia juga sangat takut kepada ayahnya.
“Maaf Nenek, aku tak bisa menerima lamaran anakmu,” ucap Putri Sulung.
Sang Ibu pun pulang dengan perasaan yang sedih. Ia lalu menceritakan penolakan dari para putri kepadanya. Bujang Katak merasa sedih. Ia tak tahu bila keinginannya akan menyakiti perasaan ibu.
“Maafkan aku, Bu. Kalau saja aku tak memaksakan keinginanku, Ibu tak akan menerima perlakuan kasar ini,” ucap Bujang Katak.
Meski demikian, sang Ibu ternyata tak menyerah tuk mengabulkan permintaan Bujang Katak.
“Tapi, Nak, Putri Sulung tak meludahi ibu. Bukankah itu pertanda baik?” ucapnya.
“Bagaimana kalau besok kita bersama-sama datang ke istana? Ibu yakin Putri Bungsu akan menerimamu,” ucap sang Ibu.
Bujang Katak tak berkata apa-apa. Ia hanya mengangguk tanda menyetujui saran dari ibunya.
Keesokan harinya, datanglah Bujang Katak dan ibunya ke istana untuk menemui sang Raja. Saat sang Ibu hendak mengatakan tujuannya kemari, Raja tertawa melihat wajah Bujang Katak.
“Oh, jadi ini anakmu yang bernama Bujang Katak?” tanya Raja.
“Benar, Tuan. Hamba adalah Bujang Katak. Tujuan hamba kemari adalah untuk…,” belum selesai Bujang Katak berbicara, Raja memotongnya dengan gelak tawa.
“Hahaha, pantas saja orang-orang memanggilmu Bujang Katak. Kau memang mirip katak,” ucap sang Raja mengejek.
“Jadi, kau kemari untuk memperlihatkan wajahmu yang mirip katak itu ke putri-putriku?” imbuhnya.
Raja lalu memanggil ketujuh putrinya.
“Kemari lah anak-anakku, lihatlah pria ini, adakah di antara kalian yang ingin menikah dengan pria berwajah katak ini?” ucap Raja pada ketujuh putrinya.