Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
BUDAYA

Cerita Rakyat Bangka Belitung : “Legenda Bujang Katak”

Cerita Rakyat Bangka Belitung : “Legenda Bujang Katak”
BANGKA BELITUNG, JOURNALARTA.Com - Edisi kali ini, Redaksi akan menyuguhkan cerita rakyat dari Bangka Belitung yang berjudul 'BUJANG KATAK'. (Ilustrasi: AI)

“Aku setuju dengan idemu, Kak. Aku pun ingin menikah dengan pria tampan,” sahut sang adik nomor tiga.

“Pengawal, tolong carikan kami enam katak paling besar dan tampan di sawah. Kami akan memelihara katak-katak itu,” ujar si Sulung.

“Ampun, Putri. Tapi, bolehkah hamba bertanya kenapa engkau ingin memelihara katak sawah?” tanya pengawal.

“Aku ingin mendapatkan katak tampan seperti adikku si Bungsu,” ujar Sulung.

“Ampun, Putri. Bujang Katak dulunya bukanlah katak sawah. Ia lahir dari rahim manusia, Putri,” ucap pengawal mencoba mengingatkan bahwa cara sang Putri tidaklah benar.

“Kau tak usah banyak bicara! Cepat carikan kami katak, atau kau aku hukum!” bentak Sulung yang tak mau mendengarkan pengawal.

Setelah mendapatkan perintah dari Putri Sulung, para pengawal pun bergegas mencari katak sawah. Setelah lama mencari, mereka akhirnya membawa enam katak. Namun, Putri Sulung menolak semua katak itu.

“Aku bilang bawakan katak yang besar, kenapa kalian membawa katak-katak kecil?” ucap Putri.

“Ampun, Putri. Katak besar sangat sulit kami dapatkan. Mereka melompat begitu cepat. Kami kewalahan,” ujar salah satu pengawal istana.

“Dasar tidak becus! Buang semua katak kecil tak berguna ini. Kami akan mencari sendiri katak itu. Kalau ayah mencari, jangan sampai kalian mengatakan yang sebenarnya!” ujar Putri Sulung.

Ia bersama kelima adiknya pun terjun sendiri ke sawah untuk mencari katak besar. Hingga malam tiba, mereka akhirnya berhasil menangkap enam ekor katak. Baju mereka penuh dengan lumpur.

“Apakah pencarian ini akan sepadan dengan harapan kita, Kak?” tanya putri ketiga kepada kakaknya.

“Kita harus yakin. Perjuangan kita tak akan sia-sia,” ucap si Sulung.

Mereka pun kembali ke istana dan memasukkan keenam katak itu ke dalam lemari.

“Bujang Katak menjadi pria tampan setelah 7 hari bertapa, maka kita harus membiarkan para katak ini di lemari selama 7 hari juga. Di hari terakhir, mereka akan berubah menjadi pria tampan,” ucap Putri Sulung percaya diri.

Setelah tujuh hari tujuh malam, para putri pun berkumpul di depan lemari masing-masing.

Halaman:1234567891011Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda