Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
BUDAYA

Cerita Rakyat Bangka Belitung : “Legenda Bujang Katak”

Cerita Rakyat Bangka Belitung : “Legenda Bujang Katak”
BANGKA BELITUNG, JOURNALARTA.Com - Edisi kali ini, Redaksi akan menyuguhkan cerita rakyat dari Bangka Belitung yang berjudul 'BUJANG KATAK'. (Ilustrasi: AI)

Dengan cepat Bujang Katak membakar seluruh kulitnya yang mengelupas. Keajaiban pun kembali datang. Kulit-kulit itu kemudian berubah menjadi emas batangan yang sangat banyak.

Setelah mengumpulkan seluruh emas, Bujang Katak lalu berlari ke gubug untuk menemui ibunya.

“Ibu, ibu! Lihatlah, aku berhasil mendapatkan emas yang sangat banyak,” ucapnya.

“Kau siapa, Nak?” ujar sang Ibu tak mengenali anaknya yang telah berubah sangat tampan.

“Aku anakmu, Bu. Keajaiban telah terjadi dalam hidupku. Tadi, tiba-tiba saja kulit kata ku mengelupas dan aku berubah menjadi pemuda tampan. Lalu, kulitku menjadi emas,” ucap Bujang Katak dengan rona wajah penuh kegembiraan.

“Oh, Anakku. Syukurlah kau bisa mendapatkan keajaiban ini. Ibu sangat bahagia karena kamu bisa melalui semua ini,” ucap sang Ibu sambil memeluk anaknya.

“Ini semua juga pasti tak lepas dari doamu, Bu. Aku yakin Tuhan mendengar doamu. Terima kasih, Bu,” ucap sang anak.

Mereka lalu bergegas menyusun emas batangan tersebut dari gubuknya hingga ke pintu gerbang istana. Dalam waktu semalam, mereka berhasil membuat jembatan emas yang Raja pinta.

Sang Ibu tak ada hentinya menangis karena terharu. Ia tak menyangka Tuhan sangat baik kepada dirinya hingga ia dan anaknya bisa melakukan hal yang tak mungkin ini.

Keesokan harinya, istana pun gempar dengan jembatan emas yang berkilauan itu. Pengawal istana langsung melapor kepada Raja, “Tuan, tampaknya Bujang Katak berhasil membuatmu jembatan emas.”

“Tidak mungkin! Mana mungkin orang miskin seperti mereka mampu membuat jembatan emas,” ucap Raja tak percaya. Ia lalu pergi ke gerbang istana untuk memastikan perkataan dari pengawalnya.

Ia sangat tertegun menyaksikan jembatan emas berkilauan. Batangan-batangan emas yang diterpa sinar matahari memancarkan cahaya yang menyilaukan mata.

Tak lama kemudian, dari kejauhan, tampaklah perempuan tua beserta seorang pemuda tampan berjalan di jembatan emas.

“Siapa mereka?” tanya Raja.

“Kalau yang tua, hamba rasa ia adalah ibu dari Bujang Katak. Namun, kalau pemuda tampan di sebelahnya, hamba tak tahu, Tuan,” jawab pengawal istana.

Halaman:1234567891011Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda