Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
BUDAYA

Cerita Rakyat Bangka Belitung : “Legenda Bujang Katak”

Cerita Rakyat Bangka Belitung : “Legenda Bujang Katak”
BANGKA BELITUNG, JOURNALARTA.Com - Edisi kali ini, Redaksi akan menyuguhkan cerita rakyat dari Bangka Belitung yang berjudul 'BUJANG KATAK'. (Ilustrasi: AI)

Lalu, satu persatu putri Raja meludahi Bujang Katak, tapi tidak dengan Putri Sulung. Ia merasa kasihan dengan pria itu. Melihat Putri Sulung tak meludahi Bujang Katak, ia pun bertanya, “Kenapa kau tak meludahi pria ini, Nak? Kemarin kau juga tak meludahi ibunya. Ada apa denganmu?”

“Ayah, ampuni putrimu ini. Namun, maukah engkau merestui ku? Ananda ingin menikah dengan Bujang Katak,” jawab Putri Bungsu.

Sang Raja terkejut mendengar ucapan anaknya.

“Apa? Kau ingin menikah dengan manusia berwajah katak ini? Apa kau serius dengan ucapanmu?” tanya sang Ayah.

“Aku benar-benar ingin menikah dengannya, Yah. Apakah kau memberikan restumu?” tanya si Putri Bungsu.

Namun, sang Ayah tak langsung menjawab. Ia sangat terkejut dan pergi menemui penasihat kerajaan.

“Anakku, Putri Bungsu mau menikah dengan si Bujang Katak. Apa yang harus aku lakukan?” ucap sang Raja.

“Hamba rasa, tak ada salahnya menerima Bujang Katak menikahi Putri Bungsu. Tapi, berikan syarat yang sekiranya tak bisa ia penuhi,” ucap penasihat kerajaan.

Setelah mendengar saran dari penasihat kerajaan, Raja mengizinkan Bujang Katak menikahi Putri Bungsu.

“Kau boleh menikah dengan putriku, tapi ada syarat yang harus kau penuhi,” ucap Raja.

“Syarat apakah itu, Tuan?” tanya Bujang Katak.

“Kau harus membuat jembatan emas sepanjang gubuk mu hingga pintu gerbang istana ini bila ingin menikahi putriku. Apakah kau sanggup menerima syarat tersebut?” tanya Raja.

“Hamba sanggup, Raja. Hamba akan melakukan apa pun demi meminang putri bungsu,” ucap Bujang Katak.

“Akan tetapi, jika kau tak dapat membuat jembatan emas dalam waktu seminggu, kau akan menerima hukuman mati,” ancam sang Raja.

“Apakah kau masih berani?” tanyanya.

Raja berharap Bujang Katak tak menyanggupinya.

“Baiklah, Tuan. Hamba mengerti dan akan segera memenuhi syarat yang engkau beri,” ujar pemuda tangguh itu. Ia tak gentar terhadap ancaman sang Raja.

Lalu, Bujang Katak dan ibunya pun kembali ke gubuk mereka. Sang Ibu merasa bingung memikirkan cara untuk memenuhi permintaan Raja. Ia tak ingin kehilangan anak semata wayangnya yang sangat ia cintai.

Halaman:1234567891011Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda