Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
BUDAYA

Cerita Rakyat Bangka Belitung : “Legenda Bujang Katak”

Cerita Rakyat Bangka Belitung : “Legenda Bujang Katak”
BANGKA BELITUNG, JOURNALARTA.Com - Edisi kali ini, Redaksi akan menyuguhkan cerita rakyat dari Bangka Belitung yang berjudul 'BUJANG KATAK'. (Ilustrasi: AI)

“Adik-adikku, inilah tiba saatnya kita membuka lemari. Semoga saja, keinginan kita bisa terkabul,” ucap Kakak Sulung.

Dalam hitungan ketiga, mereka pun sama-sama membuka lemari. Namun, malang nasib mereka. Katak-katak tersebut tak menjelma menjadi pemuda tampan, tapi malah mati dan membusuk karena para putri tak memberi makan.

Bau busuk pun membuat keenam putri itu muntah-muntah. Seluruh istana dapat mencium bau busuk dari katak itu. Raja yang mengetahuinya pun geram.

“Bisa-bisanya kalian memelihara katak di lemari? Apa yang sebenarnya kalian inginkan?” tanya Raja.

“Maafkan kami, Ayah. Semua ini kami lakukan karena ingin mendapatkan kodok yang menjelma jadi pria tampan seperti Bujang Katak,” ucap Putri Sulung.

“Dasar kalian! Dulu saja kalian meludahi Bujang Katak dan ibunya, sekarang kalian bersikap seperti ini. Sebagai hukuman, bersihkan katak-katak busuk ini dengan tangan kalian dan jangan minta tolong pada pengawal. Lalu, kalian tidak ayah izinkan untuk keluar kamar selama tujuh hari tujuh malam, seperti yang dialami para katak malang itu,” ucap Raja.

Kebodohan para putri itu hanya bisa membuat si Bungsu dan Bujang Katak geleng-geleng.

Setelah lama menikah, Bujang Katak dan Putri Bungsu pun dikaruniai seorang anak laki-laki yang wajahnya tampan. Raja yang sudah tua mengundurkan diri dari jabatannya dan meminta Bujang Katak menggantikannya. Bujang Katak memang pria yang tak hanya tampan, tapi juga cerdas dan berwibawa. Ia pantas mendapatkan posisi Raja.(*)

 

—–TAMAT—–

CERITA RAKYAT BANGKA BELITUNG “BUJANG KATAK” ini disadur dari laman Poskata.com yang ditulis oleh Rinta Nariza.

Pesan moral yang diambil dari cerita diatas yaitu jangan suka memandang rendah orang lain. Seseorang tak berarti bernilai rendah hanya karena ia miskin.

Kemudian janganlah menilai seseorang dari penampilannya saja. Bujang Katak memang menyerupai binatang. Namun, ia memiliki sifat yang baik dan pemberani.

Jangan mengucapkan perkataan yang buruk karena perkataan adalah doa. Kita tak akan tahu perkataan mana yang akan Tuhan kabulkan. Seperti halnya yang alami oleh sang Nenek pada kisah ini. Ia tanpa sadar mengucapkan bahwa dirinya tak masalah bila mendapatkan anak mirip Katak. Alhasil, perkataan itu di kabulkan oleh Tuhan.

Terakhir, Janganlah kamu bertindak bodoh seperti kakak-kakak Putri Bungsu lakukan. Hanya karena Bujang Katak dapat berubah menjadi pria tampan, lalu mereka mencari katak sawah dengan harapan dapat suami tampan seperti adiknya.

 

 

 

Halaman:1234567891011Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda