Makassar dipilih karena perannya di Indonesia timur
Ketua Umum ADIGSI Firlie Ganinduto mengatakan, kesadaran soal keamanan siber perlu menjangkau lebih banyak daerah dan sektor industri. Menurut dia, banyak organisasi sudah paham bahwa keamanan digital itu penting, tetapi tantangan sesungguhnya ada pada penerjemahan kesadaran menjadi tindakan nyata.
“Melalui GNKS, kami ingin menghadirkan forum yang praktis sehingga para peserta dapat saling belajar dan membawa hasil yang bisa diterapkan di organisasi masing-masing,” kata Firlie.
Makassar dipilih karena posisinya strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Artinya, forum ini tidak berhenti di satu kota. Pesannya bisa menjalar ke perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di wilayah Indonesia timur, tempat digitalisasi layanan dan bisnis terus meluas.
Di banyak perusahaan, kerugian akibat insiden siber sering datang berlapis. Pertama, sistem terganggu. Lalu tim bekerja lembur. Setelah itu reputasi ikut tertekan. Kadang biaya pemulihan justru melampaui biaya pencegahan awal yang semestinya bisa disiapkan sejak lama. Karena itu, pelatihan untuk manajemen menjadi penting.
Program seperti GNKS juga menyoroti kebutuhan sederhana yang sering diabaikan: pemetaan risiko, desain pengamanan yang sesuai dengan jenis usaha, dan latihan pengambilan keputusan saat keadaan darurat. Tiga hal ini terdengar administratif. Tapi di tengah insiden, justru itulah penentu cepat atau lambatnya pemulihan.
Bila dilihat dari angka anomali trafik yang dicatat BSSN sepanjang 2025, urgensinya jelas. Organisasi tak bisa lagi menunggu serangan besar datang baru mulai menyusun prosedur. Krisis keamanan siber bukan soal apakah akan terjadi, melainkan kapan dan seberapa siap organisasi menghadapinya.
“Tujuannya sederhana, yaitu membantu organisasi menjadi lebih siap,” ujar Patrick. Kalimat itu merangkum inti forum ini: bukan menakut-nakuti, melainkan menyiapkan pemimpin agar tahu langkah yang harus diambil ketika sistem digital terguncang.
Ringkasan singkat
1. ITSEC Asia dan ADIGSI menggelar GNKS di Makassar pada 25 Juni 2026 untuk membekali pemimpin industri menghadapi krisis keamanan siber.
2. BSSN mencatat lebih dari 5,16 miliar anomali trafik sepanjang 2025, menandakan kebutuhan respons insiden yang semakin mendesak.
3. Forum ini menekankan bahwa keamanan siber harus dipahami pimpinan organisasi, bukan hanya tim IT.
FAQ singkat: Kenapa pemimpin industri perlu ikut? Karena keputusan saat insiden biasanya diambil di level manajemen. Apa manfaat forum seperti GNKS? Peserta mendapat langkah praktis untuk memetakan risiko dan merespons gangguan digital dengan lebih cepat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.