Selasa, 30 Juni 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Korsel Kerahkan 160 Polisi Sambut Timnas Pulang Usai Gagal di Piala Dunia

Korsel Kerahkan 160 Polisi Sambut Timnas Pulang Usai Gagal di Piala Dunia
Foto: Mhmd wiamsyah akbary 15 / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

SEOUL — Kekalahan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 tidak hanya memicu tangis suporter. Ia memicu krisis nasional — dengan ancaman pembunuhan, investigasi pemerintah, dan 160 polisi yang disiapkan untuk mengawal kepulangan tim.

Badan Kepolisian Metropolitan Incheon mengonfirmasi pada Senin (30/6) bahwa mereka akan mengerahkan 160 personel untuk menjaga keamanan skuad Korea Selatan saat tiba di Bandara Incheon pada Selasa dini hari. Operator bandara — yang secara konsisten masuk dalam jajaran terbaik dunia — turut menambah 25 staf keamanan khusus dari unit subsidiarinya untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

Polisi juga memisahkan jalur kedatangan antara pemain dan penumpang umum. Tidak ada seremoni sambutan. Tidak ada karpet merah. Tim pulang diam-diam — di tengah amarah publik yang masih membara.

Pelatih Terancam, Presiden Turun Tangan

Pemicu utama semua ini: sebuah unggahan daring yang mengancam nyawa pelatih kepala Hong Myung-bo. The Chosun Daily melaporkan ancaman itu nyata dan cukup serius untuk ditindaklanjuti aparat.

Hong sudah mengundurkan diri pada Minggu (29/6), sehari setelah Korea Selatan tersingkir dari Grup A usai dikalahkan Afrika Selatan 1-0. “Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada publik Korea yang mendukung kami,” kata Hong dalam konferensi persnya. “Dari momen saya menerima pekerjaan ini, fokus saya hanya satu: menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab hingga akhir.”

Tapi publik sudah kehilangan kesabaran jauh sebelum kalimat itu diucapkan. Sebutan “pelatih terburuk dalam sejarah sepak bola Korea Selatan” beredar luas di media sosial. Sejumlah restoran dilaporkan menolak Hong masuk. Dan ketika ia berjalan keluar dari bandara, suara “Hong out!” langsung terdengar dari kerumunan fans.

Presiden Lee Jae-myung mengambil langkah yang jarang terjadi: ia memerintahkan investigasi resmi pemerintah terhadap kegagalan tim nasional. Sebuah sinyal bahwa kekalahan ini bukan sekadar urusan sepak bola.

Di Mana Korea Salah Langkah?

Korea Selatan masuk Piala Dunia 2026 dengan ekspektasi tinggi. Mereka membuka turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Ceko, lalu kalah 0-1 dari Meksiko. Artinya, laga pamungkas melawan Afrika Selatan adalah penentu segalanya.

Di sinilah yang membuat fans paling berang. Hong memilih untuk membangkucadangkan Son Heung-min sejak menit pertama — dalam pertandingan yang paling krusial. Son, mantan kapten Tottenham Hotspur dan pemain terbaik Asia selama bertahun-tahun, baru masuk di babak kedua. Korea tetap kalah 0-1.

“Saya sejujurnya tidak tahu harus mulai dari mana,” tulis Son di Instagram setelah kepulangannya. “Saya tidak bisa berpura-pura seolah tidak ada yang terjadi, dan saya tidak mau lari dari kenyataan.” Son meminta maaf kepada publik, sekaligus memohon agar dukungan untuk tim nasional tidak berhenti.

Korea akhirnya finis di posisi ketiga Grup A dengan tiga poin. Format Piala Dunia 2026 yang diperluas memang memberi peluang bagi delapan tim terbaik di posisi ketiga untuk lolos ke babak 32 besar. Tapi Korea tidak masuk hitungan. Mereka selesai di peringkat 34 secara keseluruhan — salah satu hasil paling mengejutkan di turnamen ini.

Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Reaksi publik Korea Selatan terhadap kekalahan ini memperlihatkan betapa besar beban ekspektasi yang dipikul tim nasional. Bukan hanya soal trofi — ini soal harga diri nasional, investasi emosional puluhan juta orang, dan standar yang sudah dibangun sejak semifinal Piala Dunia 2002.

Ketika sebuah kekalahan sepak bola sampai harus diselidiki oleh presiden dan diamankan oleh ratusan polisi, itu bukan lagi urusan lapangan hijau semata. Itu urusan negara.

Kini Korea Selatan harus menjawab satu pertanyaan besar: siapa yang akan memimpin tim ini ke depan, dan bagaimana membangun kembali kepercayaan publik yang hancur lebur hanya dalam tiga pertandingan?

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda