Selasa, 21 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia
Foto: Sindonews Nasional

JAKARTAKomisi I DPR RI resmi menyetujui penerimaanhibah kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia. Keputusan strategis ini ditandatangani dalam rapat kerja Komisi I bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Senin (20/7/2026), dengan jadwal kedatangan kapal di Indonesia pada September 2026.

Nurul Arifin, anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, menilai hibah kapal induk senilai triliunan rupiah ini bukan sekadar tambahan aset militer. Bagi Arifin, kehadiran Giuseppe Garibaldi akan memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga maritim sekaligus meningkatkan daya gentar TNI tanpa mengubah karakter kebijakan luar negeri bebas aktif Indonesia.

“Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan wilayah laut yang sangat luas.

Karena itu, kita membutuhkan platform maritim yang mampu beroperasi dalam waktu lama di laut sebagai pusat komando, pendukung operasi pengamanan perbatasan, bantuan kemanusiaan, pencarian dan penyelamatan, maupun evakuasi warga negara Indonesia apabila terjadi krisis di luar negeri,” kata Nurul Arifin, Selasa (21/7/2026).

Kapal induk berusia lebih dari 40 tahun itu tidak boleh diartikan sebagai persiapan agresi militer. Sebaliknya, menurut Arifin, Giuseppe Garibaldi akan berfungsi sebagai instrumen penjaga kedaulatan wilayah laut, penguat pengawasan perbatasan, dan pendukung operasi kemanusiaan di kawasan.

Situasi geografis Indonesia yang berada pada jalur pelayaran internasional membuat kemampuan maritim semakin krusial, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan mulai dari penyelundupan, pelanggaran wilayah, illegal fishing, hingga kejahatan lintas batas.

Persiapan Operasional Sudah Dimulai

Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan (Dirjen Kuathan) Kemhan Marsma TNI Haris Haryanto mengungkapkan bahwa proses hibah telah melewati sejumlah tahapan sesuai aturan kerja sama bilateral Indonesia-Italia. Mulai dari kajian mendalam oleh TNI Angkatan Laut hingga persetujuan Parlemen Italia, semuanya telah dikerjakan sebelum DPR memberikan lampu hijau.

Persiapan di lapangan sudah berlangsung. Sejumlah calon kru telah dikirim ke Italia untuk training dan familiarisasi, sedangkan infrastruktur pelabuhan di Teluk Ratai, Lampung, tengah disiapkan untuk menerima kapal berukuran besar tersebut.

Haris mengatakan bahwa hibah peralatan pertahanan seperti kapal induk memerlukan izin resmi dari DPR sesuai regulasi yang berlaku. Kemhan telah membentuk tim pengkaji khusus sebelum mengajukan permohonan persetujuan.

Soal Biaya Operasional, Ada Pertanyaan Serius

Meski secara umum disambut baik, beberapa anggota Komisi I mempertanyakan aspek finansial jangka panjang. TB Hasanuddin, anggota Komisi I DPR RI, menyoroti kalkulasi biaya perawatan bulanan kapal Giuseppe Garibaldi selama sisa usia pakainya.

Menurut Hasanuddin, kapal itu masih memiliki daya operasional sekitar sepuluh tahun dengan pengeluaran perawatan sekitar Rp101 miliar per bulan — setara 5 juta Euro.

“Ya, kami bagaimanapun juga harus berterima kasih,” ujar Hasanuddin, sambil menekankan bahwa selain biaya perawatan rutin, Indonesia juga perlu mengeluarkan dana tambahan untuk retrofit dan pemasangan teknologi modern pada kapal tersebut.

Meskipun demikian, Hasanuddin tidak menolak penerimaannya. Dia malah menyarankan agar proses seperti ini di masa depan dapat dikomunikasikan lebih dini dengan DPR agar ada diskusi dari awal, bukan datang tiba-tiba. Namun, apresiasi tetap diberikan kepada Pemerintah Italia karena hibah aset pertahanan bernilai tinggi ini.

Dampak Strategis untuk TNI dan Kawasan

Kehadiran kapal induk modern akan mengubah signifikansi operasional TNI Angkatan Laut di lautan Indonesia. Giuseppe Garibaldi bukan hanya sarana pengangkut helikopter dan pasukan, tetapi juga komando terpadu untuk operasi laut berskala besar. Dengan kapal ini, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan surveillance, search and rescue, serta power projection di perairan nasional dan internasional.

Di tingkat regional, kehadiran kapal induk Italia buatan Fincantieri ini akan menambah kapabilitas ASEAN secara keseluruhan. Namun, Nurul Arifin menekankan bahwa langkah ini tidak bertujuan untuk persiapan konflik atau agresi. Sebaliknya, deterrence yang terbangun dari kehadiran kapal induk diharapkan justru menciptakan stabilitas dan keamanan yang lebih kokoh di perairan strategis Asia Tenggara.

Menurut Arifin, posisi Indonesia yang berada di jalur pelayaran internasional mengharuskan negeri ini memiliki kemampuan maritim yang solid. Dengan Giuseppe Garibaldi, kehadiran dan kapabilitas Indonesia dalam menjaga wilayah-wilayah strategis akan semakin kuat dan kredibel di mata komunitas internasional.

Kapal induk ini dijadwalkan tiba di Indonesia pada September 2026. Sebelum itu, TNI Angkatan Laut terus melakukan persiapan infrastruktur, pelatihan kru, dan integrasi sistem untuk memastikan operasional yang optimal ketika kapal tersebut resmi menjadi bagian dari armada nasional.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda