Kamis, 23 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Momen Ikonik Korea di Piala Dunia 2026: Dari BTS Hingga Son Heung-min

Suasana perayaan budaya Korea di ajang Piala Dunia 2026
Kemeriahan budaya Korea Selatan menjadi salah satu sorotan utama dalam gelaran Piala Dunia 2026. (Ilustrasi: AI)

Piala Dunia 2026 resmi menutup tirai setelah 39 hari penuh drama, meninggalkan jejak sejarah yang tak hanya dihitung lewat gol, tapi juga resonansi budaya yang masif. Korea Selatan, meski harus menelan pil pahit tersingkir lebih awal, nyatanya tetap mendominasi panggung utama dunia.

Mereka hadir bukan cuma sebagai kontestan sepak bola, melainkan sebagai pusat gravitasi hiburan global dari Mexico City hingga stadion-stadion megah Amerika Utara.

Kemeriahan itu meledak sejak detik pertama turnamen. EJAE, penyanyi berbakat keturunan Korea-Amerika, berdiri tegap di panggung pembukaan di Mexico City pada 11 Juni. Ia tidak sekadar tampil. Bersama tenor legendaris Andrea Bocelli, ia membawakan lagu resmi Piala Dunia 2026, “DNA”.

Momen ini terasa emosional bagi publik Korea saat bait-bait lirik bahasa Korea berkumandang ke seluruh penjuru dunia melalui lagu yang ditulis langsung oleh EJAE tersebut.

Gejolak di Balik Layar

Namun, atmosfer megah di panggung hiburan berbanding terbalik dengan kondisi internal skuad Taegeuk Warriors. Hong Myung-bo, sang pelatih, kini berada di ujung tanduk. Keputusan taktisnya selama turnamen memicu kemarahan besar di kalangan pendukung fanatik mereka. Tak sedikit yang menyebut strategi Hong jauh dari harapan publik Korea yang kadung berekspektasi tinggi.

Suasana panas menyambut skuad saat tiba di Bandara Internasional Incheon. Protes langsung meledak begitu mereka menjejakkan kaki di tanah air. Masalah ini bahkan telah ditarik ke ranah yang lebih serius. Parlemen Korea Selatan dikabarkan sudah menjadwalkan agenda dengar pendapat pada 30 Juli nanti untuk membedah habis-habisan alasan di balik performa tim yang jeblok dan penuh kontroversi.

Nasib sang kapten, Son Heung-min, justru terlihat kontras. Meski timnya babak belur, Son tetap menjadi primadona. Saat mendarat di bandara, sambutan hangat pendukung setianya justru lebih dominan daripada cercaan. Bintang berusia 34 tahun ini seolah kebal dari badai kritik. Bagi rakyat Korea, ia tetaplah ikon yang tak tergantikan, melampaui siapapun di lapangan.

Son pun merespons kasih sayang itu dengan kerendahan hati. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengunggah permohonan maaf terbuka kepada seluruh pendukungnya. Ia menegaskan komitmennya untuk tidak menyerah dan berjanji membawa timnas kembali lebih kuat di masa depan, sebuah janji yang langsung banjir dukungan ribuan komentar dari penggemarnya.

Dominasi Budaya di Panggung Dunia

Kehadiran Korea di turnamen ini meluas hingga ke sektor hiburan papan atas. Grup fenomenal BTS mencatatkan sejarah emas saat mereka didapuk tampil pada pertunjukan paruh waktu. Stadion bergemuruh. Penampilan mereka bukan sekadar konser, tapi simbol kekuatan pengaruh budaya Korea yang kini sudah melampaui batas-batas negara.

Tak berhenti sampai di situ, kejutan berlanjut hingga upacara penutupan. Aktris Jung Ho-yeon muncul sebagai tamu kehormatan di tengah lapangan. Ia mendampingi petenis dunia Carlos Alcaraz dalam prosesi penyerahan trofi juara. Kehadiran Ho-yeon mempertegas posisi Korea Selatan sebagai aktor kunci dalam narasi besar Piala Dunia kali ini.

Apa yang dilakukan Korea di 2026 menjadi studi kasus menarik bagi negara lain, termasuk Indonesia. Mereka membuktikan bahwa kegagalan di lapangan hijau tidak serta merta meruntuhkan citra sebuah bangsa jika narasi budaya yang dibangun sudah sangat kuat.

Keberhasilan memadukan olahraga dengan diplomasi budaya membuat Korea tetap relevan, bahkan saat mereka sudah angkat koper lebih cepat dari turnamen. Kini, mata publik Korea beralih ke gedung parlemen, menunggu hasil audit performa tim yang dijanjikan pada akhir Juli nanti.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda