Rabu, 29 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

AS Ajak Veteran Militer Jadi Sopir Truk Gantikan Imigran

Veteran militer berseragam sopir truk berdiri di samping kabin truk komersial
Program pemerintah AS merekrut veteran militer untuk mengisi kekurangan pengemudi truk akibat crackdown imigran. (Ilustrasi: AI)

Pemerintahan Donald Trump kini memutar haluan untuk menambal lubang besar di sektor logistik nasional. Mereka secara resmi mulai mengincar para veteran militer untuk beralih profesi menjadi pengemudi truk komersial. Langkah ini diambil sebagai reaksi cepat atas krisis tenaga kerja yang dipicu oleh operasi penertiban besar-besaran terhadap pengemudi truk imigran sepanjang tahun ini.

Ribuan sopir truk yang sebelumnya menjadi tulang punggung rantai pasok Amerika Serikat mendadak kehilangan lisensi mereka. Dampaknya nyata. Distribusi barang terhambat, biaya logistik naik, dan perusahaan transportasi panik karena kekurangan pengemudi.

Di tengah situasi yang terjepit ini, Gedung Putih melirik “cadangan” tenaga kerja yang dianggap paling disiplin dan siap pakai: mantan prajurit yang baru saja menanggalkan seragam militer mereka.

Mengisi Kekosongan Rantai Pasok

Kementerian Tenaga Kerja Amerika Serikat kini tidak bekerja sendirian. Mereka menggandeng asosiasi perusahaan logistik raksasa untuk menyusun skema pelatihan khusus.

Bukan hanya sekadar memberikan pekerjaan, program ini dipromosikan sebagai jalur karir jangka panjang bagi para veteran dengan iming-iming gaji yang kompetitif.

Bagi industri yang sedang sekarat karena kekurangan operator, veteran dipandang sebagai solusi paling masuk akal untuk mengganti ribuan imigran yang dideportasi atau dicabut izin kerjanya.

Tentu saja, realitas di lapangan tidak semudah membalik telapak tangan. Mengendarai truk kontainer lintas negara bagian jauh berbeda dengan mengoperasikan kendaraan militer di medan tugas.

Banyak veteran yang belum memiliki pengalaman menempuh ribuan kilometer sendirian, apalagi mematuhi regulasi ketat transportasi komersial yang rumit. Program pelatihan akselerasi pun kini dikebut.

Jika pelatihan ini gagal memenuhi standar kecepatan yang dibutuhkan, rantai pasok Amerika berisiko mengalami kelumpuhan yang lebih dalam.

Para pengamat tenaga kerja menyoroti dilema besar di balik kebijakan ini.

Trump ingin terlihat tegas terhadap imigrasi ilegal, tapi di sisi lain, ia harus mengakui bahwa sektor transportasi sangat bergantung pada tenaga kerja asing yang selama ini mengisi posisi tersebut dengan upah yang lebih rendah.

Mengganti tenaga kerja imigran dengan veteran lokal bukan cuma masalah pelatihan. Masalah utamanya adalah biaya.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda