Investor juga tampak belum panik. Saham Meta naik 1 per cent pada 26 Agustus. Respons pasar itu memberi petunjuk bahwa pelaku modal belum menganggap perkara ini akan langsung mengguncang bisnis inti perusahaan.
Di sisi lain, catatan kecil dari ruang sidang justru memperkuat posisi negara bagian. Jaksa agung California menilai Meta memilih berdamai di tengah kesaksian Adam Mosseri, yang memimpin Instagram di Meta, dan sebelum CEO Mark Zuckerberg dijadwalkan naik ke kursi saksi.
Mosseri disebut mengakui di pengadilan pada 25 Agustus bahwa ia pernah mempromosikan alat keselamatan untuk remaja tanpa mengungkap rendahnya tingkat adopsi dalam uji awal beberapa tahun lalu. Bonta merespons dengan lugas: “The trial did not go well for Meta,” katanya.
Soal dampaknya ke industri media sosial
Bagian paling penting dari settlement Meta justru ada di sini. Kalau penyelesaian ini benar dipakai sebagai preseden, maka perusahaan media sosial lain bisa menghadapi tekanan yang sama: bukan hanya membayar, tapi juga mengubah cara aplikasi mereka bekerja untuk pengguna muda.
Bagi industri, itu berarti desain produk, durasi pemakaian, dan fitur pengaman bisa menjadi bahan tawar-menawar baru di meja hukum.
Dalam sumber pembanding, Japan Times menyebut ada ketentuan yang mengarah pada pagar pembatas baru di platform Meta, termasuk membatasi seberapa lama remaja bisa melakukan scroll. Jika pola seperti itu menular ke TikTok, YouTube, dan Snap, dampaknya tak berhenti di ruang sidang.
Pengguna muda, keluarga, pengiklan, dan tim produk akan ikut terdorong menyesuaikan diri dengan aturan baru yang lebih ketat.
Bagi penegak hukum negara bagian, strategi ini tampaknya mulai terasa efektif. Vincent Joralemon, pakar hukum dari Berkeley, menyebut skema semacam ini bisa menjadi cara masa depan untuk mengatur media sosial: menggugat perusahaan, lalu mendorong mereka mengubah platform dari dalam.
“This is a clever workaround for First Amendment protections that otherwise stymie social media regulations,” ujarnya kepada AFP.
Kasus Meta juga berdiri di atas tumpukan perkara yang jauh lebih luas. Ribuan gugatan terhadap perusahaan media sosial atas dugaan dampak pada anak muda masih berjalan di berbagai sistem hukum di Amerika Serikat.
Awal 2026, Meta dan YouTube bahkan dinyatakan bertanggung jawab dalam perkara di Los Angeles dan diperintahkan membayar US$6 million kepada seorang perempuan muda. Keduanya berencana mengajukan banding.
Rob Bonta mengatakan proses implementasi kesepakatan terbaru ini belum sepenuhnya jelas, tetapi ia memperkirakan langkah-langkahnya berjalan “over the coming months”. Kalau Meta melanggar isi perjanjian, jaksa negara bagian itu menegaskan mereka bisa membawa perusahaan tersebut ke contempt of court.
Itu berarti babak berikutnya belum selesai. Justru baru mulai.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.