Kamis, 27 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Settlement Meta Tekan TikTok dan YouTube Soal Remaja

Settlement Meta Tekan TikTok dan YouTube Soal Remaja
Settlement Meta Tekan TikTok dan YouTube Soal Remaja

SAN FRANCISCO — settlement Meta dengan sejumlah negara bagian Amerika Serikat pada 26 Agustus langsung mengirim sinyal keras ke industri media sosial. TikTok, YouTube, dan Snap kini ikut didesak menempuh langkah serupa untuk fitur remaja, karena kesepakatan itu dipandang bisa membuka gelombang penyelesaian perkara lain.

Kalangan hukum dan regulator di AS melihat apa yang dilakukan Meta bukan sekadar menutup satu perkara. Ini mulai dibaca sebagai pola baru: perusahaan didorong mengubah produk, bukan hanya membayar denda. Dan tekanan itu, kalau benar menular, bisa menjalar ke aplikasi lain yang selama ini hidup dari perhatian pengguna muda.

Settlement Meta dan tekanan ke TikTok, YouTube, Snap

Dalam bahan utama yang dikutip AFP, California memimpin koalisi negara bagian yang menuduh Meta merancang Instagram dan Facebook untuk membuat anak di bawah umur betah berlama-lama, mengumpulkan data mereka, dan menyesatkan publik soal risikonya. Dari sana, perhatian bergeser cepat ke pemain besar lain yang juga punya basis pengguna remaja.

California dan New York bahkan sedang memimpin gugatan terpisah terhadap TikTok. Gubernur di level jaksa agung negara bagian juga mulai bicara terang-terangan kepada perusahaan lain. Rob Bonta dari California mengatakan ada komunikasi dengan TikTok soal gugatan yang mereka ajukan, dan bahwa pembicaraan juga berlangsung dengan perusahaan lain di industri ini.

Anne Lopez, jaksa agung Hawaii, ikut mendorong perubahan yang mencakup seluruh industri. Dalam pernyataannya, ia berharap Snapchat, TikTok, dan YouTube membaca situasi yang sedang bergerak ini dan mengikuti jalan yang sama seperti Meta.

“I hope that Snapchat, TikTok and YouTube will read the writing on the wall and enter into similar settlements,” kata Lopez.

Angka besar, tapi bukan pukulan terberat

Di atas kertas, kesepakatan ini memang besar. Bahan utama menyebut denda US$17 billion (S$21.6 billion). Laporan lain dari Japan Times menyebut nilainya bisa mencapai US$18 billion. Namun, untuk ukuran Meta, angka itu tidak otomatis dianggap mematikan.

Perusahaan itu disebut punya valuasi pasar sekitar US$1.5 trillion dan pendapatan tahunan sekitar US$200 billion. Itulah sebabnya banyak pakar menilai yang lebih berbahaya bukan denda, melainkan konsekuensi lanjutan: apakah kesepakatan ini mendorong lebih banyak gugatan, lalu memaksa perubahan produk di banyak platform.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 27 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis