Kamis, 10 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Abu Vulkanik Krakatau Tiba di Jakarta, Perindo Bagikan Masker Gratis

Suasana Jakarta terdampak abu vulkanik Krakatau dengan visibilitas rendah dan warga memakai masker perlindungan
Jakarta mengalami penurunan kualitas udara akibat terpaan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Partai Perindo membagikan masker gratis kepada masyarakat sebagai upaya mitigasi risiko kesehatan. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah mencapai Jakarta, memicu kekhawatiran terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Partai Perindo DKI Jakarta merespons dengan membagikan masker gratis sekaligus mendorong pemerintah memperkuat sistem mitigasi risiko dan pengendalian pencemaran udara.

Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta Manik Marganamahendra mengatakan aksi pembagian masker juga menjadi bentuk kehadiran partai di tengah masyarakat. “Kesehatan warga Jakarta, khususnya kesehatan paru-paru adalah hal yang tidak bisa kami abaikan.

Melalui aksi bagi-bagi masker ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat dan memastikan warga punya akses terhadap perlindungan dasar terhadap kualitas udara yang belum ideal,” ujar Manik pada Rabu (9/9/26).

Manik mengingatkan pemerintah bahwa risiko dan kerentanan hazard alam di Indonesia memang tidak dapat diatasi melalui intervensi langsung, tetapi dapat dimitigasi dengan sistem yang lebih baik. Dia juga mengapresiasi respons cepat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, termasuk penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada masa-masa kritis ketika kualitas udara menurun drastis.

Mitigasi Bukan Sekadar Bantuan Sosial

Persoalan kualitas udara berdampak langsung pada kesehatan respirasi penduduk Jakarta. Dengan jangkauan abu vulkanik yang menyentuh Ibu Kota, risiko paparan meningkat signifikan. Pemerintah telah menerapkan protokol darurat, namun Manik menekankan bahwa solusi jangka panjang memerlukan perubahan kebijakan yang lebih fundamental.

“Pemprov DKI Jakarta perlu memiliki sistem penilaian dan mitigasi risiko yang lebih terukur dan terarah,” kata Manik. Dia tidak hanya menekankan perlunya tindakan cepat, tetapi juga transformasi regulasi yang lebih responsif terhadap dinamika lingkungan.

Revisi Perda Pencemaran Udara Mendesak

Manik mendorong revisi Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Perda yang telah berusia lebih dari dua dekade ini, menurutnya, sudah tidak cukup menghadapi perkembangan kondisi iklim kontemporer dan laju pertumbuhan kendaraan bermotor yang eksponensial di Jakarta.

Pertumbuhan kendaraan bermotor di Jakarta terus meningkat, sementara regulasi pengendalian polusi udara belum disesuaikan. Manik juga mengingatkan masyarakat agar fenomena abu vulkanik tidak dimanfaatkan untuk memanipulasi harga dan pasokan masker. Aksi pembagian masker Perindo adalah upaya memastikan masyarakat mendapat perlindungan yang terjangkau tanpa spekulasi harga.

Respons Pramono Anung terhadap krisis ini mendapat apresiasi dari Perindo. “Bagi kami Pak Pramono adalah gubernur yang tanggap iklim,” ujar Manik, mengacu pada kesigapan Pemprov dalam mengambil keputusan mitigasi darurat seperti PJJ saat kualitas udara mencapai tingkat bahaya.

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 10 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online