Kepulan asap pekat mendadak memenuhi koridor Apartemen Teluk Intan, Jakarta Utara, pada Minggu malam. Puluhan penghuni terjebak di dalam kamar mereka saat api mulai merambat liar dari lantai ke lantai. Suasana mencekam, namun petugas pemadam kebakaran bergerak cepat sebelum petaka meluas menjadi tragedi besar.
Insiden bermula dari sebuah panel listrik yang mengalami korsleting di lantai 8. Api dengan cepat menjilat material di sekitarnya dan merembet vertikal ke lantai 5, 6, 7, 9, hingga lantai 10. Pengelola apartemen di Jalan Teluk Intan, Pejagalan, Penjaringan itu sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, api terlalu besar untuk dijinakkan alat manual.
Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, mengatakan laporan masuk ke markas tepat pukul 18.30 WIB. Warga yang panik melihat asap hitam membubung tinggi segera meminta bantuan. Tak butuh waktu lama, sebanyak 16 unit mobil pemadam dengan 80 personel dikerahkan menuju lokasi untuk mengendalikan situasi.
Pertaruhan Nyawa di Lantai Tinggi
Sesampainya di lokasi pada pukul 18.45 WIB, petugas langsung membagi tim. Sebagian personel fokus melokalisir sumber api agar tidak merambat lebih jauh ke unit lain, sementara tim penyelamat lainnya menyisir setiap lantai untuk menjemput penghuni yang terperangkap.
Operasi penyelamatan berlangsung dramatis selama hampir dua jam. Asap tebal menjadi hambatan utama petugas di dalam lorong sempit apartemen. Dengan napas terengah dan perlengkapan lengkap, mereka menuntun satu per satu penghuni keluar dari kepungan asap menuju tempat aman di luar gedung.
Hasilnya melegakan. Tim penyelamat berhasil mengeluarkan 53 orang dalam kondisi selamat. Mereka yang diselamatkan terdiri dari 21 pria, 24 perempuan dewasa, tujuh anak-anak, serta satu orang lanjut usia. Gatot memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Seluruh proses pemadaman dan pendinginan baru dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 20.38 WIB. Kerja keras tim di lapangan berhasil mencegah potensi bencana yang lebih buruk, mengingat kepadatan hunian di gedung tersebut cukup tinggi.
Peringatan Dini Sistem Kelistrikan
Investigasi awal menunjuk satu penyebab klasik namun mematikan: korsleting listrik. Panel listrik di lantai 8 menjadi titik nol yang memicu rangkaian kebakaran ini. Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Angka ini mencerminkan betapa besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh jilatan api yang menjalar vertikal lewat instalasi kabel dan plafon gedung.
Kejadian ini sekaligus menjadi alarm keras bagi pengelola gedung hunian vertikal di Jakarta. Ketergantungan pada alat pemadam ringan tidaklah cukup saat api sudah melahap jalur distribusi listrik utama. Kecepatan respons petugas Gulkarmat yang tiba di bawah 15 menit sejak panggilan masuk menjadi faktor penentu keselamatan puluhan jiwa yang terjebak malam itu.
Gatot menegaskan bahwa fokus utama timnya saat itu adalah melakukan lokalisir api sambil memastikan warga yang terjebak di unit-unit apartemen segera dievakuasi. “Alhamdulillah, seluruh korban yang dievakuasi berhasil dikeluarkan dalam keadaan selamat,” ujarnya lega.
Kini, lokasi kebakaran telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut. Penghuni yang sempat diungsikan kini mulai menanti kabar terkait perbaikan instalasi listrik dan kondisi keamanan gedung sebelum bisa kembali beraktivitas normal di unit masing-masing. Pihak berwenang pun mengimbau agar pengelola gedung rutin memeriksa kondisi panel listrik agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.