SOLOK — Banjir bandang menyapu kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9) malam. Empat warga terluka, 32 jiwa harus mengungsi, dan sejumlah fasilitas pemerintahan rusak parah akibat terjangan air deras itu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Khairul, melaporkan tiga dari empat korban luka ditangani di RSUD Arosuka, sementara satu orang lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Padang. “Data sementara ada empat orang yang mengalami luka-luka. Tiga dirawat di RSUD Arosuka dan satu dirujuk ke SPH Padang,” katanya dalam keterangan tertulis Selasa.
Banjir yang dipicu hujan intensitas tinggi sejak Sabtu (19/9) memicu debit air melonjak drastis. Air deras membawa material dan sampah yang terbawa arus menghantam kompleks perkantoran Bupati Solok di Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, dan Nagari Koto Gaek Guguk. Peralatan kantor ikut hanyut, dan sejumlah ruangan pemerintah terendam dalam kondisi buruk.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menjelaskan dampak meluas ke beberapa dinas. “Dinas PUPR, kesehatan, BKD, DPMN, Bapelitbang, termasuk DPRD terdampak parah,” ujarnya. Hingga Selasa, pendataan masih dilakukan untuk menghitung kerugian total.
Pengungsi dan Kerusakan Fasilitas
Dampak banjir tidak terbatas kantor pemerintah. BPBD Kabupaten Solok mencatat sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa dipaksa mengungsi dari rumah mereka. Pemerintah daerah sudah menyiapkan dua lokasi penampungan untuk para pengungsi tersebut.
Kerugian materi meluas: 11 kantor pemerintah terdampak, 21 mobil dan tujuh sepeda motor rusak parah oleh terjangan air dan material yang terbawa arus. Selain fasilitas pemerintahan, rumah-rumah warga di sekitar kompleks perkantoran juga mengalami kerusakan signifikan, memaksa evakuasi darurat untuk mencegah korban lebih banyak.
Tim Gabungan Gencar Penanganan
Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan bersama unsur TNI, Polri, dan BPBD terus melakukan penyisiran di lokasi terdampak hingga Selasa pagi. Mereka tidak hanya mengevakuasi warga yang terisolasi, tetapi juga membersihkan sampah dan material yang menghalangi akses jalan serta mendata seluruh kerusakan fasilitas dan hunian.
Khairul menekankan koordinasi dengan pemerintah daerah. “Penanganan dilakukan bersama unsur terkait di bawah koordinasi pemerintah daerah,” ujarnya. BPBD juga mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca yang masih tidak stabil dan mengikuti arahan petugas lapangan.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi kawasan sekitar kompleks perkantoran tentang risiko bencana alam, terutama di musim hujan dengan intensitas tinggi. Pemerintah Kabupaten Solok diharapkan segera meninjau kesiapan mitigasi bencana dan infrastruktur drainase di wilayah rawan banjir bandang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.