SOLOK — Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam (21/9) sekitar pukul 19.30 WIB. Hingga Selasa petang, satu dari dua korban yang hilang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu orang masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Hujan dengan intensitas tinggi memicu aliran sungai meluap dan membawa material lumpur serta bebatuan ke kawasan kompleks pemerintahan Kabupaten Solok.
“Tim SAR melakukan pencarian di sejumlah titik, antara lain dengan menyusuri aliran sungai serta memeriksa tumpukan material lumpur yang terbawa banjir,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Selasa.
Dampak Luas di Kompleks Pemerintahan
Banjir bandang tidak hanya merenggut nyawa, melainkan juga meninggalkan jejak kerusakan yang luas. Data BPBD Kabupaten Solok mencatat 11 kantor pemerintahan terdampak dan sekitar 100 rumah warga mengalami kerusakan. Material lumpur dan kayu juga menutup Jalan Padang-Solok di depan Kantor Bupati dengan ketinggian mencapai 60–70 sentimeter.
Selain kerugian infrastruktur, bencana ini juga merusak 21 mobil dan tujuh sepeda motor warga. Jalan akses utama yang sempat terputus total kini telah dibuka kembali, meskipun masih memerlukan pembersihan lebih lanjut dari material sisa banjir.
Korban Cedera dan Pengungsian
Selain korban meninggal dan yang masih hilang, bencana ini juga menyisakan korban luka. Satu warga mengalami luka berat, sementara tiga orang lainnya mengalami luka ringan. Data BPBD Kabupaten Solok pada Selasa pagi mencatat sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa mengungsi di dua lokasi yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Sebelumnya, Berton mengatakan sekitar 50 warga membutuhkan tempat pengungsian. Perbedaan angka tersebut merupakan bagian dari proses pendataan warga terdampak yang masih berlangsung dan dinamis seiring dengan upaya evakuasi dan penyelamatan yang terus dilakukan.
Upaya Pencarian dan Pemulihan Berlanjut
Tim SAR gabungan terus melakukan operasi pencarian untuk menemukan korban yang masih hilang. Pencarian dilakukan di beberapa titik strategis, terutama dengan menyusuri aliran sungai dan memeriksa tumpukan-tumpukan lumpur besar yang tersebar di kawasan Arosuka. Paralel dengan upaya pencarian, petugas juga menjalankan operasi pembersihan material dan pendataan dampak bencana secara menyeluruh.
Tim gabungan, yang terdiri dari berbagai lembaga, masih bergerak cepat untuk memastikan tidak ada korban terlewat dan memulihkan akses jalan serta fasilitas umum yang terdampak. Intensitas upaya ini menunjukkan keseriusan respons bencana meskipun tantangan medan dan kondisi cuaca tetap menjadi hambatan di lapangan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.